Infantino Akui Trump Telepon Soal Kartu Merah Balogun

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Infantino Akui Trump Telepon Soal Kartu Merah Balogun

Gambar atau konten salah?

Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya buka suara soal kontroversi yang melanda penangguhan kartu merah Folarin Balogun, striker tim nasional Amerika Serikat. Menurutnya, semua langkah yang diambil sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kasus ini mencuat menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Belgia.

Balogun, yang berusia 25 tahun, mendapat kartu merah di pertandingan sebelumnya. Namun, ia diizinkan tampil melawan Belgia. FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukumannya berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Sanksi itu ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun penuh.

Keputusan ini langsung memicu kritik. Banyak yang menduga ada intervensi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Wajar saja jika kecurigaan mengarah ke FIFA. Organisasi sepak bola dunia itu dianggap takut dengan ancaman dari Trump. Infantino mengakui bahwa Trump memang meneleponnya soal kartu merah Balogun. Tapi ia bersikeras tidak ada intervensi sama sekali.

"Saya telah melihat komentar publik terkait keputusan Komite Disiplin independen FIFA mengenai skorsing Folarin Balogun, dan saya ingin menegaskan kembali prinsip fundamental dari tata kelola FIFA," kata Infantino dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan bahwa badan peradilan FIFA bekerja secara independen. Mereka menerapkan Kode Disiplin FIFA dan memutuskan kasus berdasarkan peraturan serta fakta yang ada. "Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepakbola, dan hal ini harus selalu dihormati," tambahnya.

Infantino juga mengakui bahwa ia sering berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat soal hal-hal terkait Piala Dunia. "Memang betul, saya rutin berdiskusi mengenai hal-hal terkait Piala Dunia FIFA dengan Presiden Amerika Serikat, dan dalam masalah ini, saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sama seperti saya menerima telepon dari para kepala negara, pejabat pemerintah, pemangku kepentingan sepakbola, dan eksekutif bisnis dari seluruh dunia mengenai berbagai isu yang berbeda," ujarnya.

Dalam percakapan itu, Infantino mengaku menjelaskan bahwa ada proses hukum yang sedang berjalan. Kasus tersebut akan diputuskan oleh badan yang berwenang pada waktunya. "Begitulah cara kerja sistem FIFA, dan itu adalah prinsip yang akan selalu saya pertahankan," tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa ia membaca keputusan Komite Disiplin FIFA begitu keputusan itu dikeluarkan. "Terkadang saya terkejut oleh keputusan-keputusan itu. Terkadang saya setuju, dan terkadang saya tidak setuju," katanya. Tapi yang terpenting, menurut Infantino, adalah menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya.

"Apakah kita secara pribadi menyukai suatu keputusan atau tidak, itu tidak relevan. Penghormatan terhadap lembaga-lembaga independen dan supremasi hukum adalah hal yang melindungi integritas kompetisi kita dan kredibilitas FIFA setiap saat," pungkasnya.

Informasi terbaru menyebut bahwa banding Belgia atas pencabutan sanksi Balogun ditolak FIFA. Artinya, pemain itu bisa diturunkan pada pertandingan yang berlangsung Selasa, 7 Juni 2026, pagi WIB. Kontroversi ini menunjukkan bagaimana tekanan politik dan aturan organisasi bisa bertabrakan di panggung sepak bola dunia. Infantino, di satu sisi, berusaha mempertahankan citra FIFA sebagai lembaga yang independen, meskipun banyak yang meragukan.

FIFAkartu merahFolarin BalogunAmerika SerikatkontroversiPiala Dunia 2026Donald Trump

Komentar

Memuat komentar...