Waspada 'Phone Body': Postur Tubuh Berubah Akibat Ponsel

Eko P. · 3 min baca · 1 jam lalu · 5 dibaca
Bisik.id
Waspada 'Phone Body': Postur Tubuh Berubah Akibat Ponsel

Gambar atau konten salah?

Semakin hari, semakin banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan mata tertuju pada layar ponsel. Entah itu untuk scrolling media sosial, bermain game, atau sekadar browsing, kebiasaan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada dampak fisik yang perlahan-lahan mengubah postur tubuh. Fenomena ini dikenal dengan istilah phone body.

Meskipun bukan istilah medis resmi, phone body dipakai untuk menggambarkan serangkaian perubahan fisik yang muncul akibat terlalu sering menggunakan ponsel. Gejalanya cukup beragam. Mulai dari bahu yang mulai membungkuk, leher terasa kaku dan pegal, jempol tangan yang nyeri, hingga mata yang cepat lelah. Ini bukan sekadar keluhan biasa, melainkan tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi dengan cara yang tidak sehat.

Dr Ashwani Maichand, Direktur Departemen Ortopedi di Rumah Sakit CK Birla Delhi, India, mencatat adanya peningkatan kasus gangguan otot dan tulang, atau muskuloskeletal, yang berkaitan erat dengan penggunaan ponsel yang berlebihan. "Meskipun 'phone body' bukan istilah medis, ini efektif menggambarkan perubahan tubuh ketika orang menghabiskan waktu berjam-jam menunduk melihat ponsel atau duduk dengan postur buruk," jelas Dr Maichand.

Dampak pada Leher dan Tulang Belakang

Secara anatomi, berat kepala manusia normalnya berkisar antara 4,5 hingga 5,5 kilogram. Namun, saat seseorang terus-menerus menundukkan kepala untuk melihat layar ponsel, beban yang harus ditahan oleh leher meningkat drastis. Kebiasaan ini bisa memicu kondisi yang disebut text neck. Gejalanya meliputi leher kaku, sakit kepala, hingga nyeri bahu yang kronis. Semua ini terjadi karena tekanan berlebih pada tulang belakang bagian leher.

Bukan hanya leher, postur tubuh secara keseluruhan juga ikut terpengaruh. Posisi tubuh yang terus membungkuk membuat bahu terdorong ke depan. Seiring waktu, otot dada menjadi semakin kaku dan pendek, sementara otot punggung justru melemah. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini bisa meningkatkan risiko iritasi saraf, keausan dini pada tulang belakang, dan bahkan nyeri kronis yang jauh lebih sulit untuk ditangani.

Gerakan berulang saat mengetik di layar ponsel juga tidak kalah berbahaya. Aktivitas ini berpotensi menyebabkan nyeri pada sendi ibu jari dan pergelangan tangan. Ditambah lagi, terlalu lama menatap layar dapat memicu mata kering akibat digital eye strain atau ketegangan mata digital.

Cara Mencegah Phone Body

Kabar baiknya, menurut Dr Maichand, perubahan postur akibat penggunaan ponsel masih bisa dicegah dan bahkan diperbaiki. Tubuh memiliki kemampuan alami untuk beradaptasi dan pulih. Ia membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Letakkan Ponsel Sejajar Mata. Usahakan untuk mengangkat ponsel hingga sejajar dengan pandangan mata. Dengan begitu, leher tidak perlu terus-menerus menunduk dan tekanan pada tulang belakang berkurang.
  2. Terapkan Aturan 20-20-20. Setelah menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Cara ini membantu mengurangi kelelahan mata.
  3. Luangkan Waktu untuk Beristirahat dan Peregangan. Hindari duduk dalam posisi yang sama terlalu lama. Beristirahatlah setiap 30 hingga 45 menit. Berdiri, berjalan sejenak, dan lakukan peregangan pada leher dan dada.
  4. Latih Otot Penopang Tubuh. Lakukan latihan sederhana secara rutin, seperti chin tuck, peregangan tulang belikat, dan latihan penguatan otot inti (core muscle). Otot-otot ini penting untuk menjaga tulang belakang tetap mendapat penopang yang baik.

"Tulang belakang itu dirancang untuk bergerak, bukan untuk diam berada dalam satu posisi yang sama selama berjam-jam," pungkas Dr Maichand.

Pada akhirnya, phone body adalah pengingat bahwa teknologi, meskipun bermanfaat, juga bisa membawa konsekuensi fisik yang tidak terduga. Mengubah kebiasaan kecil, seperti mengatur posisi ponsel atau rutin melakukan peregangan, bisa menjadi langkah awal untuk menjaga postur tubuh tetap sehat di era digital ini. Tubuh kita memang dirancang untuk bergerak, dan sudah saatnya kita mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu lama terpaku pada layar.

phone bodypostur tubuhtext necknyeri leherkelelahan matapencegahanperegangan

Komentar

Memuat komentar...