Invoice Buku AI Jadi Simbol Awal Amazon, Elon Musk Suka

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Invoice Buku AI Jadi Simbol Awal Amazon, Elon Musk Suka

Gambar atau konten salah?

Invoice sederhana yang muncul di media sosial menampilkan pembelian pertama di situs e‑commerce terbesar di Amerika, Amazon. Foto tersebut berisi buku bertema kecerdasan buatan (AI), topik yang sedang hangat dibicarakan. Jon Erlichman, seorang komentator terkenal, membagikan gambar invoice itu di X. Ia menulis: “Pada hari ini di tahun 1995: barang pertama dibeli di Amazon. Itu adalah sebuah buku tentang kecerdasan buatan.”

Reaksi cepat datang dari pendiri Amazon, Jeff Bezos, yang membagikan ulang postingan tersebut. Elon Musk menanggapi dengan menyebutnya sebagai “awal dari sesuatu yang hebat.”

Berita ini membuat internet heboh pada Senin, 4 Mei 2026. Banyak orang menertawakan bahwa ketika dua miliarder berbicara, orang lain sebaiknya diam. Beberapa orang juga menyoroti bagaimana AI kini memengaruhi apa yang kita beli, tonton, bahkan pikirkan.

Amazon didirikan oleh Jeff Bezos pada 5 Juli 1994. Perusahaan dimulai sebagai toko buku daring yang beroperasi dari garasi di Bellevue, Washington. Misinya adalah menciptakan platform dengan pilihan universal, menawarkan judul yang jauh lebih banyak daripada yang dapat ditampung oleh toko fisik mana pun.

Awalnya fokus pada buku, platform ini berkembang cepat ke kategori produk lain, sehingga mendapat julukan “toko serba ada.” Saat ini, Amazon mengoperasikan beberapa anak perusahaan, termasuk Amazon Web Services untuk komputasi awan, Zoox untuk kendaraan otonom, Kuiper Systems untuk internet satelit, dan Amazon Lab126 untuk penelitian serta pengembangan perangkat keras.

Bezos mengenang masa-masa awal Amazon dalam sebuah wawancara dengan Edison Nation. Ia menyoroti pertumbuhan pesat penggunaan web pada tahun 1994, yang meningkat sekitar 2.300 % setiap tahunnya, menurutnya. Pada saat itu, akses internet masih terbatas, sebagian besar bergantung pada modem dial‑up dengan kecepatan sekitar 28 kilobit per detik.

Menyadari potensi web, Bezos menyadari bahwa toko buku daring dapat menawarkan pilihan yang jauh lebih banyak daripada toko fisik mana pun. Buku‑buku tersebut dipilih bukan berdasarkan preferensi pribadi, tetapi karena mewakili kategori produk terbesar, dengan jutaan judul yang tersedia di seluruh dunia. Bahkan banyak di antaranya melayani audiens yang sempit atau khusus yang tidak dapat dipenuhi oleh toko buku tradisional.

Invoice tersebut menjadi simbol kecil namun kuat tentang bagaimana Amazon memulai perjalanan panjangnya. Dari satu buku AI di garasi, perusahaan tumbuh menjadi platform global yang memengaruhi hampir semua aspek kehidupan digital. Peristiwa ini mengingatkan bahwa inovasi sering kali bermula dari langkah sederhana, dan bahwa teknologi yang kita gunakan hari ini memiliki akar yang lebih tua dari yang kita kira.

Amazonkecerdasan buatanJeff BezosElon Muskinvoicee‑commerceinovasi

Komentar

Memuat komentar...