ITB Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block di Aceh
Gambar atau konten salah?
Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengubah tumpukan sampah plastik menjadi paving block ramah lingkungan. Inovasi ini muncul sebagai solusi atas masalah menumpuknya sampah plastik di wilayah pesisir.
Inisiatif ini diprakarsai oleh GaneOpTic ITB, yang dibawa oleh Dr Megawati Zunita, S Si, M Si, dari Teknik Kimia ITB. Tim ini bekerja sama dengan dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), serta Universitas Malikussaleh (Unimal).
Menurut Megawati, ide ini muncul ketika melihat banyaknya sampah plastik yang terbawa arus menumpuk di pesisir pantai Pulau Balai, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.
“Banyaknya sampah plastik yang terbawa arus menumpuk di pesisir pantai Pulau Balai, sebuah pulau kecil yang merupakan salah satu pulau dari Kepulauan Banyak, Kabupaten Singkil.”
“Tim ITB membawakan teknologi terapan, pembuatan paving block dari plastik, sekaligus menjawab kebutuhan infrastruktur trotoar yang juga menjadi tantangan,” kata Megawati, dikutip dari laman ITB pada 22 April 2026.
Dari data Dinas Lingkungan Kabupaten Aceh Singkil, timbunan sampah plastik di Kepulauan Banyak mencapai 668 ton per tahun. Plastik menjadi sampah terbanyak ke-2. Megawati menilai masalah ini dapat dimanfaatkan lewat inovasi ini.
Keunggulan paving block dari plastik antara lain tahan terhadap korosi air laut, tak mudah retak jika terkena reaksi sulfat, fleksibel terhadap perubahan suhu, dan lebih ringan dibandingkan paving block dari beton.
Selain itu, paving block ini memiliki potensi ekonomi besar. Warga dapat menjadikan inovasi ini sebagai usaha desa, lalu menjualnya ke desa lain.
Tim juga mengajak warga langsung membuat paving block dari sampah sendiri. Hasil inovasi diterapkan di Pulai Balai, di mana warga diperlihatkan cara memilih dan mengeringkan sampah plastik, meleburkan plastik, menuangkan plastik ke dalam cetakan, hingga pendinginan menjadi paving block.
Setelah berhasil dibuat, paving block ini bisa dijadikan bahan baku perbaikan jalan setapak dan ruang publik lainnya seperti fasilitas umum.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dapat mengubah masalah sampah menjadi solusi infrastruktur sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Arema FC Resmi Datangkan Alfeandra Dewangga dari Persib
FIFA Cabut Sanksi Balogon, Trump Disorot
Mahasiswa dan Walhi Gelar Teatrikal Protes Harga Mahal di Denpasar
Misi Penyelamatan Satelit Swift Dimulai, NASA Kirim Wahana Link
IHSG Berbalik Melemah, Padahal Sempat Naik 1 Persen
Said Iqbal Pertanyakan PHK Massal Tokopedia Usai Diakuisisi TikTok
