Jakarta Tampil di ITB China 2026, Butuh Koordinasi Nasional
Gambar atau konten salah?
Jakarta turut tampil di ITB China 2026, sebuah pameran pariwisata besar yang diadakan di Shanghai. Keikutsertaan kota ini menjadi sorotan PHRI DKI Jakarta, yang melihat ajang tersebut sebagai ajang belajar bagi Indonesia.
PHRI menyoroti dua pelajaran penting yang diambil dari negara tetangga, Malaysia dan Thailand. Pertama, strategi promosi pariwisata mereka sangat kuat. Kedua, mereka mampu menampilkan dukungan terintegrasi lintas sektor, menjadikan penampilan mereka lebih komprehensif.
Sutrisno Iwantono, ketua BPD PHRI Jakarta mengatakan dalam pameran tersebut terlihat bahwa negara-negara pesaing seperti Malaysia dan Thailand hadir dengan kekuatan nasional yang sangat besar melalui dukungan penuh pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri pariwisata, maskapai penerbangan, hingga berbagai stakeholder dalam satu kesatuan branding negara.
Sementara itu, Indonesia di pameran ini hanya diwakili secara aktif oleh Jakarta. Penampilan DKI Jakarta dinilai sangat baik dan profesional, namun skala promosi yang dilakukan belum dapat dibandingkan dengan negara-negara yang hadir dengan dukungan nasional yang terintegrasi.
PHRI DKI Jakarta menilai kondisi ini menjadi refleksi penting bahwa promosi pariwisata Indonesia ke depan perlu dilakukan secara lebih besar, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai provinsi dalam satu national branding Indonesia.
DKI Jakarta sudah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar China. Namun jika ingin bersaing dengan Malaysia dan Thailand, Indonesia perlu hadir sebagai sebuah kekuatan nasional, bukan berjalan sendiri-sendiri," ujar Sutrisno dalam rilis yang diterima Jumat, 29 Mei 2026.
PHRI DKI menilai bahwa pemerintah pusat dapat mengoordinasikan partisipasi Indonesia dalam berbagai travel mart internasional dengan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri secara bersama-sama. Selain memperkuat citra Indonesia di pasar global, pola kolaborasi tersebut juga akan membuat biaya promosi menjadi lebih efektif dan berdampak lebih luas.
PHRI DKI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, maskapai penerbangan, dan pelaku industri pariwisata akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan regional yang semakin ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai