Slow Jogging di Korea Selatan Viral, Lari Santai Bakar Kalori Ganda

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Slow Jogging di Korea Selatan Viral, Lari Santai Bakar Kalori Ganda

Gambar atau konten salah?

Di Korea Selatan, tren olahraga baru bernama slow jogging sedang viral. Konsepnya sederhana: berlari dengan sangat lambat. Sangat lambat. Kecepatannya hanya sekitar 3 hingga 5 kilometer per jam. Itu hampir sama dengan jalan kaki santai, atau sedikit lebih cepat.

Yang membedakan, slow jogging memungkinkan Anda tetap bisa mengobrol dan tertawa dengan teman di samping. Tidak ada napas terengah-engah. Tidak ada rasa tersiksa. Anggapan lama bahwa lari harus melelahkan mulai bergeser.

Riset medis menunjukkan hal menarik. Saat berlari perlahan, otot-otot besar seperti paha depan, bokong, dan punggung bawah bekerja secara konstan. Akibatnya, pembakaran energi dan kalori dari aktivitas ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan jalan kaki biasa. Bagi yang ingin mengurangi lemak perut, olahraga ini bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.

Metode slow jogging sebenarnya bukan hal baru. Dikembangkan oleh mendiang Profesor Hiroaki Tanaka dari Departemen Ilmu Olahraga Universitas Fukuoka, Jepang. Risetnya berlangsung lebih dari 40 tahun. Gerakan ini mulai mendunia setelah disiarkan stasiun TV Jepang, NHK, pada tahun 2009.

Pada tahun 2015, seorang perwakilan dari Korea Selatan, Jung Ra-hye, pergi langsung ke Jepang. Tujuannya mempelajari teknik dan metode pengajaran langsung dari Profesor Tanaka. Itu menjadi fondasi awal penyebaran slow jogging di Korea Selatan.

Setahun kemudian, pada tahun 2016, Ketua Asosiasi Slow Jogging Jepang, Ujiayama, bersama Prof. Tanaka diundang ke Korea. Mereka menandatangani perjanjian kerja sama bilateral. Korea Slow Jogging Association resmi didirikan. Sejak saat itu, sertifikasi pelatih dan edukasi metode ini dikomersialkan. Komunitasnya terus berkembang hingga sekarang.

Intinya, slow jogging menawarkan cara berolahraga yang lebih santai namun tetap efektif membakar kalori. Metode ini sudah melalui riset panjang dan memiliki struktur organisasi resmi di Korea Selatan. Bukan sekadar tren sesaat.

slow joggingKorea Selatanolahraga lambatpembakaran kaloriProfesor Hiroaki TanakaAsosiasi Slow Joggingriset medistren viral

Komentar

Memuat komentar...