Jaya Raya Junior Grand Prix 2026 Dimulai, 981 Atlet Berlaga

Kartika D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jaya Raya Junior Grand Prix 2026 Dimulai, 981 Atlet Berlaga

Gambar atau konten salah?

Pertandingan bulu tangkis junior internasional bertajuk Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 telah dimulai pada awal pekan ini. Ajang yang digelar oleh PB Jaya Raya ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 Juli di GOR PB Jaya Raya yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Turnamen ini dianggap sebagai salah satu kompetisi junior paling bergengsi di Indonesia dan sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun. Selama periode tersebut, turnamen ini berperan dalam melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang kemudian mampu bersaing di kancah dunia.

Rosiana Tendea, yang menjabat sebagai Ketua Harian PB Jaya Raya sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, menyatakan bahwa turnamen ini merupakan wujud nyata dari komitmen jangka panjang klub Jaya Raya. Komitmen tersebut berfokus pada upaya regenerasi atlet bulu tangkis di Indonesia. Selain itu, kejuaraan ini memberikan peluang berharga bagi pebulutangkis dalam negeri untuk mengumpulkan poin peringkat dunia. Mereka bisa mendapatkan pengalaman bertanding internasional tanpa harus bepergian ke luar negeri.

"Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung regenerasi bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini memberi kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding internasional, mengukur kemampuan mereka melawan pemain dari berbagai negara, sekaligus membangun mental juara sejak usia dini," ujar Rosiana dalam keterangan tertulis yang diterima.

Sebanyak 981 peserta dari 17 negara, termasuk Indonesia, turut ambil bagian dalam ajang ini. Total hadiah yang diperebutkan mencapai 25 ribu dolar AS. Pada edisi kali ini, pertandingan dibagi ke dalam tiga kelompok usia. Kelompok-kelompok tersebut adalah pemula U-15, remaja U-17, dan taruna U-19. Ada 14 gelar juara yang akan diperebutkan. Nomor-nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri. Khusus untuk kategori ganda campuran, nomor ini hanya dimainkan pada kelompok usia U-17 dan U-19.

Rosiana berharap turnamen ini bisa menjadi ajang strategis untuk mengasah kemampuan atlet muda. Ia juga berharap ajang ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pembinaan bulu tangkis di dunia. "Kami berharap ajang ini dapat terus menjadi tempat lahirnya calon-calon pemain dunia. Banyak atlet yang pernah bertanding di sini kemudian berkembang menjadi pemain nasional dan berprestasi di level internasional," jelas Rosiana.

Pada hari pertama pertandingan yang berlangsung Selasa, 7 Juli, sejumlah hasil menarik tercatat. Di nomor tunggal putra U-15, Revie Israel Lumoindong berhasil meraih kemenangan. Wakil dari Jaya Raya ini tampil dominan dan menang mudah dengan skor 21-5, 21-5 atas pemain asal Singapura, Jun Yang Ong. Pertandingan tersebut hanya berlangsung selama 21 menit. "Saya masih beradaptasi dengan lapangan, tapi lumayan bisa mengurangi kesalahan sendiri. Lawan cukup bagus tapi saya coba menekan lebih awal. Targetnya bisa main bagus saja sebab banyak pemain yang lebih bagus lagi," ungkap Revie setelah pertandingan.

Kejutan terjadi di nomor tunggal putri U-17. Pemain tuan rumah, Zamraliani Arifianto, berhasil mengalahkan unggulan ketiga asal Ukraina, Yelyzaveta Gusarenko. Zamraliani menang dengan skor telak 21-9, 21-10 dalam waktu 26 menit. "Tadi saya sempat tegang karena lawan pemain asing. Tapi saya coba bermain lebih sabar, minimal tidak membuat kesalahan," ujar Zamraliani. Ia mengaku rasa percaya dirinya meningkat setelah mampu mengalahkan pemain asing yang berstatus unggulan. "Target saya menembus final di tahun ini," tambahnya.

Sementara itu, di nomor tunggal putra U-17, Alvin Jefferson Kusuma yang merupakan unggulan kedua asal Jaya Raya menang atas Muhamad Qaliff dari Malaysia. Skor akhir pertandingan adalah 21-11, 21-12. Meski menang, Alvin mengaku masih banyak melakukan kesalahan sendiri dan sempat berada dalam tekanan lawan. "Lawan bermain bagus dan saya bermain kurang maksimal, banyak melakukan kesalahan," ujar Alvin. Meskipun demikian, ia menargetkan gelar juara tahun ini. Target itu muncul setelah ia mengalami kekalahan di babak semifinal pada turnamen yang sama tahun lalu.

Total sudah 220 partai dimainkan pada hari pertama. Pertandingan mencakup nomor tunggal dan ganda dari kelompok usia U-15, U-17, dan U-19. Pertandingan dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai. Bagi para penggemar bulu tangkis yang ingin menyaksikan langsung jalannya turnamen, tidak dipungut biaya masuk alias gratis.

Turnamen ini menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan lawan-lawan internasional. Dengan banyaknya peserta dari berbagai negara, kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan teknis tetapi juga mental para atlet. Pengalaman bertanding melawan pemain asing sejak usia dini diyakini dapat mempercepat proses pendewasaan seorang pebulutangkis. Hal ini sejalan dengan tujuan utama turnamen, yaitu mencetak generasi penerus yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.

bulu tangkis juniorJaya Raya Junior International Grand Prixregenerasi atletpemain mudaIndonesiaturnamen internasionalpoin peringkat duniamental juara

Komentar

Memuat komentar...