Jembatan Ampera Jadi Panggung Parade Kebaya Nasional 2026
Gambar atau konten salah?
Jembatan Ampera, yang selama ini menjadi simbol utama Kota Palembang, akan menjadi panggung Parade Kebaya Nasional pada tahun 2026. Acara ini digelar untuk memperingati Hari Kebaya Nasional. Organisasi Perempuan Indonesia Maju Sumatera Selatan yang menggagas kegiatan ini menargetkan pemecahan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rencana ini disampaikan saat pertemuan antara Perempuan Indonesia Maju Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. Pihak pemerintah kota diwakili oleh Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin. Dari hasil koordinasi awal, parade dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. Acara ini akan digabungkan dengan agenda Car Free Day (CFD) yang sudah berjalan.
Ratusan peserta akan berpartisipasi. Mereka akan mengenakan kebaya dan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta kemudian akan berjalan kaki melintasi Jembatan Ampera. Sulaiman Amin menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang. Namun, ia menekankan bahwa seluruh detail teknis masih perlu dimatangkan bersama instansi terkait. Tujuannya agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
"Kita menyambut baik rencana Parade Kebaya Nasional ini karena menjadi momentum untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan Kota Palembang. Namun, pelaksanaan teknisnya masih akan kami koordinasikan bersama seluruh pihak terkait," kata Sulaiman Amin kepada wartawan pada Minggu, 12 Juli 2026.
Pada hari yang sama, di kawasan Jembatan Ampera juga akan ada kegiatan lain. Ada zikir bersama dan sosialisasi edukasi. Kegiatan ini melibatkan ulama, habib, serta ustaz di Kota Palembang. Karena itu, diperlukan pengaturan yang matang. Semua agenda harus bisa berlangsung bersamaan tanpa saling mengganggu.
"Koordinasi akan terus dilakukan agar seluruh kegiatan berjalan tertib, aman, dan nyaman. Kami ingin semua agenda yang digelar pada hari itu dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat tetap merasa nyaman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," ungkapnya.
Parade ini bukan hanya bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional. Acara ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata budaya. Selain itu, parade ini bisa memperkuat promosi Kota Palembang di tingkat nasional. Penyelenggara menargetkan kegiatan ini mampu mencatatkan rekor MURI. Rekor tersebut akan diraih melalui jumlah peserta yang mengikuti parade kebaya di atas Jembatan Ampera.
Jembatan Ampera sendiri sudah lama menjadi ikon Kota Palembang. Menggunakannya sebagai lokasi parade kebaya bisa menjadi cara untuk menarik perhatian wisatawan. Kegiatan ini juga menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus promosi daerah. Dengan target rekor MURI, acara ini diharapkan mendapat sorotan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
