Kapolda Babel Resmikan Rumah Bedah Korban Kebakaran
Gambar atau konten salah?
Kampung Senang Hati, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, menjadi lokasi peresmian rumah hasil bedah yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Bangka Belitung. Rumah tersebut milik Akuan Lege dan istrinya, Nia Ramayani. Keduanya adalah korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kapolda Bangka Belitung, Inspektur Jenderal Viktor T Sihombing, datang langsung ke lokasi untuk meresmikan rumah tersebut. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Babel, termasuk Kepala Bidang Humas Kombes Agus Sugiyarso. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, Bupati Bangka Barat Markus, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat juga turut hadir dalam acara tersebut.
Akuan dan Nia tampak bersyukur. Mereka kini bisa kembali menempati rumah yang telah dibangun ulang oleh pihak kepolisian. Menurut Akuan, kondisi rumah barunya justru lebih baik dibandingkan sebelum terbakar.
"Alhamdulillah sangat terbantu sekali. Kami keluarga besar mengucapkan terimakasih kepada Pak Kapolda dan seluruh anggota atas bedah rumah yang sangat layak ini. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugasnya," kata Akuan Lege singkat.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Irjen Viktor menjelaskan, kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan oleh pihaknya di berbagai tempat. Bangka Barat menjadi salah satu lokasi yang dipilih.
"Program bedah rumah merupakan program yang sudah berapa kali kita laksanakan termasuk salah satunya di sini (Bangka Barat). Ini bagian daripada bentuk kepedulian sosial dari Kepolisian maupun pemerintah khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas Irjen Viktor usai peresmian.
Pemilihan program bedah rumah bukan tanpa alasan. Viktor memandang rumah sebagai simbol keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan. Dengan mengubah rumah yang tidak layak menjadi layak huni, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dan sejahtera. Menurutnya, ada kaitan erat antara kesejahteraan masyarakat dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus terjaga.
"Kita memilih bedah rumah karena kita melihat rumah adalah perlambangan keamanan kenyamanan dan kesejahteraan. Mudah-mudahan dengan adanya rumah yang sudah dibedah dari tidak layak menjadi layak, masyarakatnya merasa aman, nyaman dan sejahtera. Paling tidak, kesejahteraan masyarakat ini ada hubungannya dengan kamtibmas yang terus terjaga," sambungnya.
Viktor menegaskan, hingga saat ini sudah ada belasan rumah yang menerima bantuan program bedah rumah. Dana yang digunakan berasal dari sumbangan seluruh anggota Polri maupun donasi dari masyarakat.
"Ada 13 rumah yang sudah dan sedang berjalan. Ada di Bangka dan di Belitung termasuk di sini. Dan saya pikir akan terus berjalan dan bertambah seiring dengan mungkin melihat rumah yang layak untuk dibantu," ucapnya.
"Tentunya ini wujud kepedulian seluruh anggota Polri dan donasi masyarakat. Mudah-mudahan ini akan terus dilanjutkan bersama-sama pemerintah daerah dengan harapan rumah ini bermanfaat dan memberikan kenyamanan bagi pemiliknya," tutupnya.
Program bedah rumah ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial dari institusi kepolisian. Bantuan diberikan langsung kepada warga yang rumahnya rusak akibat kebakaran. Dengan adanya program ini, setidaknya ada 13 rumah yang telah diperbaiki di wilayah Bangka Belitung, dan jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kapolda Babel Resmikan Rumah Bedah Korban Kebakaran
DPRD Dorong Desa Adat Ikut Jaga Keamanan Bali
Aturan MPLS 2026: Ini Larangan dan Sanksinya
Nelayan Sukabumi Terlantar di Laut, Minim Perlindungan
Fasilitas Kalah Saing, SD Negeri di Semarang Sepi Murid
Messi Akhirnya Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia
Musk Vs Altman: Gugatan Apple Picu Perang Sindir
BNI Perketat Pengawasan Penyaluran KUR