Mahasiswa Unand Hilang Delapan Bulan, Keluarga Masih Cari Petunjuk

Rizki W. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa Unand Hilang Delapan Bulan, Keluarga Masih Cari Petunjuk

Gambar atau konten salah?

Seorang mahasiswa Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022, Ryan Al Ghifari, dilaporkan hilang sejak November 2025. Orang tuanya berharap kasus kehilangan misterius ini bisa terungkap, sehingga Ryan bisa kembali ke rumah mereka di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat.

Ade Melriza (47), ibu Ryan, mengatakan terus berupaya mencari keberadaan anak pertamanya tersebut. Ryan pergi dari rumah pada Senin, 17 November 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Ade baru tahu anaknya meninggalkan rumah pada pagi hari.

"Saya tahu Ryan meninggalkan rumah saat subuh. Waktu bangun tidur, saya lihat pintu rumah tidak dikunci. Saya pikir papanya yang keluar untuk buang sampah. Namun saat saya hendak membangunkan adiknya, Ryan sudah tidak ada di kamar," kata Ade Melriza kepada wartawan, Senin, 13 Juli 2026.

Ade menanyakan keberadaan anaknya kepada seluruh anggota keluarga. Tidak ada yang tahu.

"Saya tanyakan kepada semua yang ada di rumah, kepada kedua adiknya dan ayahnya. Mereka juga tidak tahu karena Ryan tidak memberi tahu akan pergi ke mana. Adiknya hanya tahu malam itu Ryan sempat mandi, setelah itu tidak tahu lagi ke mana perginya," ujarnya.

Merasa ada firasat tidak baik, Ade kemudian berusaha mencari berbagai petunjuk. Namun, ia hanya menemukan laptop, telepon genggam, dompet berisi uang, serta kartu identitas Ryan yang masih berada di atas meja kamar.

"Saat itu saya langsung membuka laptop Ryan untuk mencari percakapannya di WhatsApp. Tapi saya tidak mendapatkan petunjuk sama sekali," katanya.

Ia juga sempat bertanya kepada para tetangga. Tidak seorang pun mengetahui keberadaan Ryan.

"Saya tanyakan ke tetangga apakah ada yang melihat Ryan. Tapi tidak ada yang melihat, mungkin karena saat itu sudah larut malam dan hujan. CCTV di sekitar rumah juga tidak merekam Ryan saat pergi," ujarnya.

Karena tak kunjung menemukan petunjuk, Ade bersama suaminya, Irvan Adrian (52), terus berusaha mencari. Mereka menelusuri informasi dari teman-teman Ryan, baik teman sekolah maupun kuliah. Tidak ditemukan juga. Keluarga melaporkan hilangnya mahasiswa Jurusan Informatika tersebut ke pihak kepolisian.

"Saya sudah melaporkan ke Polsek, Polresta Padang hingga Polda. Namun sampai delapan bulan Ryan hilang, saya belum mendapatkan informasi apa pun," katanya.

Ade sempat khawatir anaknya menjadi korban banjir bandang. Sekitar sepekan setelah Ryan hilang, Sumbar dilanda banjir bandang. Ia mendatangi RS Bhayangkara dan menyerahkan sampel DNA.

"Saat itu saya ingin memastikan apakah anak saya menjadi korban bencana. DNA saya tinggalkan di RS Bhayangkara, tapi hasilnya tidak ada yang cocok," ujarnya.

Menurut Ade, Ryan dikenal sebagai anak berprestasi, baik di lingkungan keluarga maupun kampus. Ryan bersama teman-temannya berhasil menciptakan aplikasi sistem informasi pelayanan dan pengelolaan administrasi kepegawaian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat.

"Nilainya di atas rata-rata, bahkan mendapat penghargaan dari Pemprov Sumbar atas aplikasi yang ia ciptakan," katanya.

Ayah Ryan, Irvan Adrian, mengaku juga terus berusaha mencari keberadaan putra sulungnya itu.

"Hampir seluruh wilayah Kota Padang saya datangi. Saya mencari anak saya dan menempelkan fotonya di berbagai tempat agar ada yang memberikan petunjuk," ujarnya.

Irvan tidak melihat tanda-tanda apa pun sebelum Ryan meninggalkan rumah. Irvan dan Ade berharap anak mereka segera kembali ke rumah.

Ryan Al Ghifari adalah mahasiswa berprestasi yang menciptakan aplikasi untuk Pemprov Sumbar. Ia hilang tanpa jejak sejak November 2025. Keluarga telah melapor ke polisi dan mencari di berbagai tempat. Hingga delapan bulan kemudian, tidak ada petunjuk berarti. Kasus ini masih menjadi misteri.

mahasiswa hilangUnandRyan Al GhifariNovember 2025Padangmisterikeluarga berharap

Komentar

Memuat komentar...