Nias Barat Gelontorkan Rp5,5 Miliar untuk Pengadaan Babi
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Nias Barat mengalokasikan dana sebesar Rp 5,5 miliar untuk pengadaan babi dan pakan ternak pada tahun ini. Informasi ini tercantum dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Pengadaan tersebut terbagi dalam dua paket terpisah. Paket pertama dengan kode RUP 67355335 mencakup pengadaan anak babi dengan bobot antara 15 hingga 25 kilogram. Anggaran yang disiapkan untuk paket ini mencapai Rp 1,8 miliar, atau tepatnya Rp 1.875.000.000. Paket ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Nias Barat.
Paket kedua memiliki kode RUP 67355347. Paket ini mencakup pengadaan induk ternak babi dengan bobot 60 hingga 80 kilogram, serta pakan ternak seberat 50 kilogram. Anggaran yang dialokasikan untuk paket ini sebesar Rp 3,6 miliar, atau tepatnya Rp 3.634.230.000. Paket ini diberi nama belanja bahan-bahan/bibit ternak/bibit ikan.
Metode pemilihan untuk kedua paket ini dilakukan melalui tender. Pelaksanaan kontrak dijadwalkan berlangsung dari September hingga Desember 2026.
Pengadaan ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mendukung sektor peternakan, khususnya ternak babi, yang merupakan komoditas penting di wilayah Nias Barat. Dengan anggaran yang cukup besar, diharapkan program ini dapat meningkatkan populasi ternak dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
