Tiga SD di Tulungagung Nihil Murid Baru

Yuli S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Tiga SD di Tulungagung Nihil Murid Baru

Gambar atau konten salah?

Tiga sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung tidak menerima satu pun murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Beberapa sekolah lain hanya kebagian siswa baru kurang dari tiga orang.

Rifka Zuyun Umadah, Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, menyebutkan ketiga sekolah itu adalah SD Negeri 4 Besuki, SDN 5 Bungur, dan satu SD swasta Dlodo di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban. Untuk SD swasta Dlodo, kondisinya lebih parah. "Untuk yang di Dlodo muridnya tersisa dua. Saat ini sedang proses pindah ke sekolah lain atas permintaan dari orang tua," kata Zuyun pada Senin, 13 Juli 2026.

SDN 4 Besuki gagal menjaring siswa baru karena faktor geografis. Sekolah ini berada di lokasi terpencil dan hanya melayani warga Dusun Comanuk. "Pada tahun ini untuk anak usia kelas 1 minim, sehingga tidak ada pendaftar," jelas Zuyun. Meski begitu, aktivitas belajar mengajar di sekolah itu tetap berjalan normal. Kelas 2 sampai 6 masih memiliki siswa. "Alhamdulillah pembelajaran tetap berjalan," ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di SDN 5 Bungur. Lokasi geografis dan jumlah anak usia sekolah menjadi penentu utama ada tidaknya pendaftar. Zuyun juga tidak menampik adanya faktor lain, termasuk persaingan antar sekolah. Namun, dinas pendidikan belum berencana menggabungkan sekolah-sekolah tersebut dengan sekolah lain. Keberadaan lembaga pendidikan itu masih diperlukan sebagai pelayan pendidikan bagi lingkungan sekitarnya. "Tidak menutup kemungkinan tahun depan akan dapat murid baru," imbuhnya.

Dari catatan Dinas Pendidikan Tulungagung, beberapa sekolah negeri lain juga kesulitan mendapatkan siswa. SDN 2 Sembon hanya memperoleh satu murid baru. SDN Pucung mendapat dua murid. SDN 2 Plandaan juga hanya dua murid baru. Namun, ada kabar baik. "SDN 2 Kedungwaru yang dulunya minim pendaftar, tahun ini dapat 11 murid," jelas Zuyun.

Persoalan kekurangan murid di Tulungagung ini bukan semata karena faktor geografis. Persaingan antar sekolah juga ikut berperan. Namun, dinas pendidikan masih mempertahankan sekolah-sekolah yang kekurangan siswa karena peran mereka sebagai penyedia layanan pendidikan di wilayah terpencil. Ada harapan bahwa tahun depan situasi bisa berubah.

sekolah dasarmurid baruTulungagungkekurangan siswafaktor geografispersaingan sekolahtahun ajaran 2026/2027

Komentar

Memuat komentar...