Jembatan Besi Baru Pacet Tingkatkan Akses Warga dan Lalu
Gambar atau konten salah?
Di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, angin sejuk mengiringi kehidupan desa yang penuh aktivitas. Sawah dan kebun menjadi sumber penghidupan utama, meski jalan setapak terjal dan sungai Citarum mengalir deras. Jembatan lama, terbuat bambu, menjadi satu-satunya jalur bagi warga, termasuk anak sekolah, untuk menyeberang sungai.
Petani Kampung Rumbia, Suryani (46), mengingatkan risiko jembatan bambu. "Sebetulnya yang dulu juga bisa dilewatin, memang dibangun pakai bambu, cuma ya itu khawatir kalau air sungai citarum lagi besar abis hujan, terus kan licin bambu," ujarnya. Ia menambahkan, "Jadi, kalau posisi gitu (hujan) saya lebih baik menunda kalau mau ke sawah atau ke kebun,". Suryani juga berbagi pengalaman menyeberang sungai saat debit air rendah, "Betul, kalau dulu sebagian warga memang suka ada yang nyebrang sungai, anak sekolah juga ada. Saya juga pernah lah basah-basahan,".
Warga Kampung Cibutak, Herman Yahya (41), menegaskan betapa pentingnya jembatan tersebut. "Iya ini mah akses satu-satunya yang digunakan warga. Kalau harus muter mah jauh banget," katanya. Ia juga menyoroti ketidakamanan saat jembatan basah, "Iya motor juga bisa masuk, cuma ya sekali ewang aja lewatnya. Kalau basah bekas hujan mah jarang ada yang melintas, apalagi kalau hujan mah,".
Beruntung, jembatan bambu telah digantikan oleh jembatan gantung berbahan besi. Jembatan Gantung Perintis Garuda Kodim 0624 Kabupaten Bandung kini berdiri kokoh. Pembangunan ini didukung oleh Kodim 0624 Kabupaten Bandung. Herman memuji kualitasnya: "Saya sangat bersyukur ada jembatan ini, kondisinya juga bagus, kokoh. Beda pisan dengan yang sebelumnya. Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini, kegiatan warga bisa terbantu, kaya kalau ngangkut pare kan bisa lebih cepet, insya Allah motor bisa lewat dengan aman,".
Jembatan baru memiliki panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter, dihiasi warna merah putih dan bendera. Pembangunan berlangsung selama 3,5 bulan melalui kerja sama gotong royong antara TNI Angkatan Darat dan masyarakat.
Letkol Kav Samto Betah, komandan Dandim 0624 Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program TNI AD untuk membantu desa yang mengalami kendala transportasi, khususnya yang melintasi sungai. "Perbaikan jembatan merupakan program atas perintah Bapak Presiden kepada TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat desa yang mengalami kendala transportasi perhubungan apalagi yang dilewati sungai," ujarnya. Ia menegaskan tujuan program: "Aktivitas warga menyeberangi sungai dengan basah-basahan dan pada hari ini sudah tidak lagi, alhamdulillah program Bapak Presiden sudah terlaksana dan diresmikan oleh Bapak Bupati Kabupaten Bandung,".
Letkol Samto menambahkan, "Artinya kita TNI juga bersama masyarakat melaksanakan pembangunan secara bersama-sama, dan syukur alhamdulillah masyarakat juga antusias,". Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan jembatan, "Jembatan ini sekali lagi bukan punya pemerintah, bukan punya TNI tetapi punya milik masyarakat yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan dirawat dengan sebaik-baiknya,".
Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, menilai keberadaan jembatan tersebut dapat mendorong peningkatan perekonomian warga di Kecamatan Pacet. "Ini hadiah untuk warga Kabupaten Bandung terutama di Kecamatan Pacet," katanya. Ia juga berjanji membantu perbaikan jalan setapak di sekitar jembatan, "Sementara ini kita bantu secara pribadi dulu lah. Nanti tadi saya sampaikan Rp10 juta untuk Desa Cikitu dan Rp10 juta untuk Desa Sukarame untuk perbaikan jalan setapak,".
Dengan jembatan baru, warga tidak lagi harus menunggu hujan reda atau berenang di sungai. Akses cepat dan aman bagi motor serta pejalan kaki membuka peluang bagi aktivitas ekonomi sehari‑hari. Pembangunan ini juga menegaskan peran TNI AD dalam membantu masyarakat desa, sementara masyarakat tetap menjadi pemilik dan perawat fasilitas tersebut. Jembatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antara pemerintah, militer, dan warga dapat meningkatkan kualitas hidup di daerah terpencil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
TPA Sarimukti Hampir Penuh, Bandung Tunggulah Status Darurat
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Berita Terbaru
TPA Sarimukti Hampir Penuh, Bandung Tunggulah Status Darurat
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
