Jembatan Kaca Bromo Resmi Operasi, Sewa Lima Tahun

Maya K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jembatan Kaca Bromo Resmi Operasi, Sewa Lima Tahun

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Menjelang libur sekolah, jembatan kaca di kawasan Gunung Bromo akan segera beroperasi. Operasionalnya diwarnai dengan penandatanganan kerja sama antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan CV Sinergi Permata Semesta sebagai pengelola fasilitas wisata tersebut.

Perjanjian serah terima sewa aset Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan ditandatangani di kantor BB TNBTS pada 11 Juni 2026. Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa sewa berlangsung lima tahun, mulai 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031.

“Seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam sebagai komitmen Balai Besar TNBTS dalam meningkatkan layanan kepada pengunjung,” kata Rudijanta kepada wartawan pada 12 Juni 2026.

Aset yang disewakan mencakup tanah kosong seluas 2.429 meter persegi yang telah diperuntukkan sebagai area jembatan kaca, bangunan shuttle area dan sarana pendukung seluas 791 meter persegi, serta jembatan pejalan kaki struktur lantai kaca seluas 360 meter persegi di jalan kabupaten kolektor.

Rudijanta menambahkan bahwa pemanfaatan aset ini merupakan tindak lanjut pengelolaan jembatan kaca yang sebelumnya diserahterimakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025. “Infrastruktur itu dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di kawasan konservasi,” ujar dia.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan jembatan kaca juga menjadi wujud sinergitas antara BB TNBTS dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung pengembangan destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan kawasan, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan prinsip‑prinsip konservasi,” katanya.

Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, menambahkan bahwa perusahaan akan segera menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi dan melakukan perawatan pra operasional jembatan kaca. “Dalam waktu dekat sebelum dan menjelang musim libur sekolah akhir bulan ini. Kami berkomitmen untuk segera mengoperasionalkan jembatan kaca Bromo,” ujar dia.

Ridho menegaskan bahwa pengelolaan jembatan kaca Gunung Bromo akan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah dikeluarkan oleh Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS). “Dalam operasional jembatan kaca ini. Kami tetap akan mengikuti segala SOP yang sudah ada. Meskipun pada dasarnya kami telah berpengalaman dalam operasiona jembatan kaca di Kemuning Sky Hill di Jawa Tengah,” kata dia.

Ia juga menyebutkan bahwa selama masa pengelolaan lima tahun ke depan, The Lawu Group akan berkomitmen melestarikan kawasan konservasi serta memberdayakan Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. “Kami tetap akan menjaga kelestarian alam dan memprioritaskan SDM dan UMKM warga setempat demi kemajuan wisata dan kesejahteraan ekonomi bersama,” ujar dia.

Secara resmi, Kementerian Kehutanan menerima dokumen kepemilikan jembatan kaca dari Kementerian Pekerjaan Umum pada 7 Oktober 2026 dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Jakarta. Dokumen diserahkan langsung oleh Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Pantja Dharma Oetojo, kepada Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Nandang Prihadi, dihadiri oleh Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, serta Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha.

Jembatan kaca terletak di Seruni Point dan menghubungkan Seruni Point dengan Shuttle Area. Panjangnya mencapai 120 meter dan menawarkan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, serta bukit‑bukit di sekitar Gunung Bromo. Jembatan ini menjadi sarana wisata bagi pengunjung sekaligus tempat menikmati hamparan lautan pasir Gunung Bromo. Ia melintasi jurang sedalam 80 meter dan mampu menampung sekitar 100 orang pengunjung sekaligus.

Kaca yang digunakan pada jembatan ini adalah laminated glass yang terdiri dari dua lembar lebih dan saling direkatkan satu sama lain dengan ketebalan mencapai 25,55 mm.

Dengan serah terima dan perjanjian sewa yang jelas, jembatan kaca Gunung Bromo kini siap menjadi destinasi wisata baru yang menambah daya tarik kawasan konservasi. Kolaborasi antara BB TNBTS, CV Sinergi Permata Semesta, dan pemerintah daerah menegaskan komitmen terhadap pengelolaan berkelanjutan, peningkatan layanan wisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam di kawasan Gunung Bromo.

Jembatan KacaGunung BromoBB TNBTSCV Sinergi Permata SemestaSDMUMKMKonservasi

Komentar

Memuat komentar...