Juan Hernandez Jadi Jutawan dari Saham SpaceX IPO 2023
Gambar atau konten salah?
SpaceX melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang menandai lahirnya jutawan baru. Salah satu yang mendapat keuntungan besar adalah Juan Hernandez, tukang las yang pernah bekerja di perusahaan tersebut selama sepuluh tahun.
Hernandez kini bekerja di Blue Origin, startup roket milik Jeff Bezos. Ia memegang sekitar enam ribu lima ratus saham SpaceX. Pada saat SpaceX menutup perdagangan pada 12 Juni 2023 dengan harga USD 160,95 per saham, nilai saham yang dimilikinya mencapai USD 1.046.175 atau sekitar Rp 18,5 miliar.
Perdagangan saham SpaceX dimulai di Nasdaq pada Jumat pagi dengan simbol ticker SPCX, menandai debut yang telah lama dinanti. Penawaran ini membuat pendiri SpaceX, Elon Musk, menjadi triliuner pertama di dunia.
Hernandez mengaku sebelum bergabung dengan SpaceX tidak pernah mendengar tentang perusahaan itu. Ia pertama kali mengetahui lewat temannya yang bekerja di sana. Temannya mengetahui latar belakang Hernandez dan mengira ia cocok untuk bergabung.
Ketika SpaceX mempekerjakan Hernandez pada tahun 2015, perusahaan menawarkan saham senilai USD 10.000. Pada saat itu, Hernandez tidak terlalu memikirkannya karena pekerjaan lain yang ia jalani tidak pernah menawarkan saham. Ia berkata, “Itu bukan sesuatu yang besar. Saat itu saya tidak tahu apa-apa soal itu. Saya tidak tahu akan menjadi sebesar ini sekarang,” seperti dikutip dari CBS pada 16 Juni 2026.
Selama sepuluh tahun di SpaceX, Hernandez bekerja sebagai tukang las. Tugasnya meliputi persiapan roket untuk lepas landas, membangun struktur yang menyalurkan roket ke landasan peluncuran, serta infrastruktur pendukung lainnya. Ia akhirnya naik pangkat menjadi supervisor.
Hernandez mengatakan bahwa perusahaan yang menawarkan saham kepada karyawan membantu mereka merasa memiliki peran yang lebih besar dan mendorong mereka untuk sukses. Ia menambahkan, “Mereka juga akan bekerja lebih baik karena, maksud daya, ini perusahaan mereka juga,” ujar Hernandez.
Setelah menjadi miliarder dadakan, Hernandez mengaku tidak akan berubah. Sebagai seorang imigran di Amerika Serikat, ia bertekad terus bekerja keras dan mewariskan apa yang telah ia pelajari kepada anak-anaknya. Ia kini mengajari tiga orang anaknya, termasuk putrinya yang berusia 16 tahun, untuk berinvestasi berdasarkan apa yang ia pelajari sebagai pemilik saham SpaceX. Putri Hernandez sudah memegang saham Meta dan sejumlah perusahaan lainnya.
Jika diberi kesempatan untuk berbicara langsung dengan Elon Musk, Hernandez mengatakan ia akan berterima kasih kepadanya karena membantu mewujudkan mimpi yang bahkan tidak ia sadari sebelumnya. Ia menambahkan, “Ia membantu orang-orang seperti kita, misalnya juru masak atau tukang listrik. Ia membuat kehidupan semua orang ini menjadi lebih baik dan berarti bagi keluarga mereka juga,” pungkasnya.
Kesempatan ini menunjukkan bagaimana program kepemilikan saham karyawan dapat mengubah nasib individu sekaligus memperluas akses investasi bagi generasi berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi dengan AS dan Norwegia
Dana Iklim Rp 8.000 Triliun Tak Bisa APBN Saja
Presiden Prabowo Batal Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM
Pengusaha Sambut Target PLTS 100 GW, Soroti Tantangan Infrastruktur
G7 Lepas 100 Juta Barel Solar ke Pasar Global
BPMA Teken Tiga PKS Produksi Sumur Minyak Rakyat Aceh
Warga Honduras Blokade Jalan, Protes BBM Naik 11 Pekan
Arab Saudi Siap Serang Houthi Demi Amankan Laut Merah
Pelatihan WPPE: Simulasi Transaksi Efek hingga Sertifikasi BNSP
