Juventus Gagal Masuk Liga Champions, Tekankan Pemain
Gambar atau konten salah?
Juventus gagal masuk ke Liga Champions musim depan setelah menempati posisi keenam di klasemen akhir Serie A musim ini. Pada Senin, 25 Mei 2026, dini hari WIB, tim berakhir imbang 2-2 melawan Torino di pekan penutup. Skor tersebut memastikan Juventus mengakhiri musim dengan 69 poin. Mereka kalah dua poin dari Como, yang finis keempat, dan mengambil tiket terakhir ke Liga Champions.
Pelatih Luciano Spalletti menegaskan akan mencoret sejumlah pemain yang dinilainya memiliki karakter minim. Ia menilai bahwa karakter pemain sangat memengaruhi performa di lapangan.
Keputusan ini terasa menyesakkan karena Juventus sudah konsisten berada di empat besar sejak bulan April, bahkan berada di posisi tiga sampai pekan ke-36. Namun, kekalahan melawan Fiorentina pekan lalu dan imbang di derby Turin terbukti berakibat fatal bagi posisi akhir klub.
Dengan hasil akhir tersebut, Juventus harus puas bermain di Liga Europa musim depan bersama AC Milan yang finis kelima. Spalletti tidak menyembunyikan kekecewaannya atas performa skuadnya dan berencana merombak tim demi kembali kompetitif.
“Saya pikir karakter selalu membuat perbedaan. Terkadang, kepribadian saling bersatu. Itu adalah sesuatu yang sama pentingnya dengan kekuatan fisik dan teknik. Mentalitas seorang pemain sepak bola tidak boleh berubah melawan tim tertentu. Dia bisa menang atau kalah, tetapi selalu memiliki sikap yang sama,” ujarnya.
“Semua orang ragu tentang performa mereka saat turun ke lapangan. Ketika Anda terus terikat pada keraguan ini, Anda menjadi ragu-ragu, jadi Anda perlu lepas dan membuat keputusan. Itulah solusinya. Setiap orang memiliki keraguan, tetapi keputusan harus dibuat. Jika Anda memiliki terlalu banyak keraguan, Anda tidak memiliki cukup karakter, dan Anda tidak bisa bermain untuk Juventus karena inilah yang membuat perbedaan.”
“Anda tidak bisa mengajarkan kepribadian. Anda bisa mengajarkan taktik dan teknik, tetapi karakter sulit dipelajari. Kami telah mengalami pasang surut.”
Spalletti juga berbicara dengan General Manager Damien Comolli. Ia menegaskan perlunya pemain baru di musim panas nanti. “Ini adalah hal-hal yang telah kami bicarakan dengan Comolli dan yang lain. Kami membutuhkan pemain yang meningkatkan level karakter tim. Inilah mengapa terkadang kami memainkan laga yang hebat tapi di lain waktu kami tenggelam seperti batu,” jelas Spalletti. (adp/krs)
Keputusan Spalletti menyoroti pentingnya karakter pemain dalam mencapai hasil kompetitif, sekaligus menandai perubahan strategi klub untuk musim berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
