Kalla dan Prabowo Bicarakan 2.000 MW Energi Terbarukan
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Fokus utama pertemuan adalah pengembangan energi terbarukan.
Jusuf Kalla datang bersama Solihin Kalla, anaknya yang juga memimpin Kalla Group. Kalla Group sudah mengoperasikan pembangkit listrik dengan kapasitas 1.500 megawatt (MW) dan berencana menambahnya menjadi 2.000 MW. Perusahaan ini telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan sedang menyiapkan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).
Setelah pertemuan, JK mengungkapkan, "Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 mega (watt) PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 mega (watt), termasuk juga PLTG," kata ia. Ia menegaskan pentingnya energi bagi pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8% yang ditetapkan Prabowo dapat terwujud bila energi cukup. Ia berkata, "Tanpa energi itu kita akan sulit untuk meningkatkan itu," ujarnya.
Ketika ditanya tentang kerja sama, JK menyebutkan bahwa ia telah membicarakan investasi sebesar Rp 60-70 triliun. Ia tidak menjelaskan proyek spesifik, namun menegaskan bahwa desain dan lokasi sudah disiapkan. Ia menambahkan, "Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira Rp 60-70 triliun. Dan kita sanggup melaksanakan itu, desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya. Dan beliau, Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu. Memang bisnisnya karena investasi," jelasnya.
Perbincangan ini menunjukkan komitmen kedua pemimpin untuk memperkuat infrastruktur energi nasional, terutama energi terbarukan. Dengan kapasitas yang ada dan rencana investasi besar, Kalla Group berpotensi menjadi pemain utama dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, yang pada gilirannya mendukung pencapaian target ekonomi 8% yang diharapkan oleh pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Said Iqbal Usulkan Batas Outsourcing, Presiden Ingin Hapus
Seleksi 30.000 KDMP dan 5.000 KNMP Diumumkan, Gaji Rahasia
Pertamax Naik Rp16.250: Dampak Transportasi Belum Tertentu
KPB dan PTK Tanda Tangani MoU SPM 320k DWT Balikpapan
Pemerintah Tekankan Kepatuhan SOP, Bukan Kepemilikan SPPG
Prabowo, Dudy, KAI Fokus Revitalisasi Gambir dan Keamanan Rel
Berita Terbaru
Said Iqbal Usulkan Batas Outsourcing, Presiden Ingin Hapus
Seleksi 30.000 KDMP dan 5.000 KNMP Diumumkan, Gaji Rahasia
India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT 2026, 10-23 Juni
Meninggal Sapardi Djoko Damono, Penulis 'Hujan Bulan Juni'
Serdos 2026: Dosen Tetap Bisa Raih Sertifikasi Profesional