Kampung Kamar Bola: Sejarah Belanda Tersimpan di Klaten

Rudi H. · 3 min baca · 25 hari lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Kampung Kamar Bola: Sejarah Belanda Tersimpan di Klaten

Gambar atau konten salah?

Di pusat kota Klaten, tersembunyi sebuah kampung kecil yang tak biasa namanya, Kampung Kamar Bola. Terletak di sebelah barat alun‑alun kota, kampung ini berada di antara perkantoran dan pertokoan Jalan Pemuda, seolah‑olah terselip di antara gedung‑gedung tinggi.

Ukuran kampung sangat tipis, hanya sekitar tiga meter lebar jalan. Ia terdiri dari satu lingkup RW dengan dua RT, dan hanya 60 keluarga yang tinggal di sana. Meskipun begitu, sejarahnya panjang, memanjang sejak masa kolonial Belanda.

Di sepanjang jalan, masih terlihat bekas‑bekas bangunan Belanda, baik kantor maupun rumah tua penduduk. Tidak ada lapangan sepak bola, meski namanya “Kamar Bola”. Sejarahnya terhubung dengan gedung pertemuan, karaoke, dan permainan bola sodok (biliar) yang pernah menjadi pusat hiburan pada zaman Belanda.

“Disut…?”

“Kampung Kamar Bola itu karena dulu disini ada gedung untuk tempat pertemuan, untuk karaoke, untuk bola sodok (biliar) dan pesta‑pesta zaman Belanda,” ungkap sesepuh kampung Bambang Santoso (71) kepada detikJateng di rumahnya pada 7 Mei 2026 siang. “Mungkin karena itu oleh para sesepuh zaman dulu disebut Kamar Bola,” lanjut Bambang.

Bambang menjelaskan bahwa gedung tersebut menjadi tempat pertemuan dan hiburan yang semakin ramai. Dari sana, permukiman warga tumbuh, hingga kini ada 60 kepala keluarga. Ia menambahkan, “Kampung sini cuma jadi satu RW dengan dua RT dan 60 keluarga. Dulu juga pernah digunakan untuk SMP dan SMA di kampung ini.”

Ia tidak mengetahui kapan nama “Kamar Bola” pertama kali dipakai. “Kapan nama Kamar Bola digunakan, lanjut Bambang, dirinya tidak mengetahui sebab saat ayahnya menetap tahun 1951 namanya sudah Kamar Bola.” Di sekitar kampung dulunya ada perkantoran era Belanda. “Kantor DPUPR Klaten sekarang (selatan kampung) itu dulu kantor kawedanan. Ada juga kantor pengadilan di situ (timur).”

Ketika Bambang masih kecil, ia melihat sisa benteng Belanda di timur kampung. “Ada sisa benteng Belanda di timur kampung. Benteng Loji Klaten itu kini sebagian untuk lahan parkir Plaza Klaten dan Masjid Raya di utara Alun‑alun.” Benteng tersebut dulu menjadi benteng pertahanan Belanda yang dikelilingi sungai lebar empat meter. “Yang sekarang masjid itu dulu benteng pertahanan Belanda yang dikelilingi semacam sungai dengan lebar empat meter. Konon kalau mau keluar pintu diderek ada jembatannya,” jelas Bambang.

Nama kampung kadang dianggap aneh, sehingga orang penasaran. Namun begitu dijelaskan, warga baru tahu. “Kalau ditanya ya saya jawab seperti yang saya ketahui (sejarahnya). Dulu sekali katanya banyak yang minum, judi, pokoknya ruwet tapi sekarang sudah tidak ada, sudah tertib dan nyaman,” pungkas Bambang yang pensiun ASN.

Ketua RT 02 RW 06, Mega, juga mengaku bahwa nama “Kamar Bola” sudah ada sejak lama. “Sejak lama (nama kampung), saya 2011 masuk sini. Ya sempat penasaran dengan namanya Kamar Bola pertama kali,” kata Mega. Ia menambahkan, “Di sini juga tidak ada lapangan bola. Mungkin dulu untuk main bola atau apa di zaman Belanda, saya tidak tahu pasti, itu gedung (Kaminvetcad) juga di zaman Belanda, itu juga (rumah kuno).”

Seorang pegiat sejarah Klaten, Hari Wahyudi, membenarkan keberadaan benteng Belanda di dekat kampung. Benteng tersebut direhab tahun 1804. Dalam catatan Belanda, benteng didirikan tahun 1797‑1798 dan direnovasi tahun 1804. “Kampung Kamar Bola dulu ada bangunan Societet artinya perkumpulan, kalo jaman sekarang mirip gedung pertemuan,” terang Hari kepada detikJateng.

Hari menjelaskan detail benteng Loji Klaten. “Benteng Loji Klaten, sebut Hari, memang dikelilingi parit pertahanan. Lebarnya mencapai 4‑6 meter.” Ia menambahkan, “Di Benteng Klaten betul terdapat parit keliling selebar 4‑6 meter dengan kedalaman 2,5 meter, pada bagian depan gerbang pintu masuk terdapat jembatan kayu dengan sistem jungkit yang bisa ditarik keatas dengan katrol penggerak yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup akses keluar masuk benteng.”

Dengan latar belakang sejarah kolonial, kampung ini tetap menjadi saksi bisu perubahan zaman. Dari kediaman sederhana hingga perkantoran, dari benteng pertahanan hingga masjid, Kampung Kamar Bola masih mengekalkan jejak masa lalu sambil menjalani kehidupan modern. Itulah kisah sebuah kampung kecil yang menyimpan banyak cerita dalam sejarah kota Klaten.

Kampung Kamar BolaKlatenBenteng LojiBelandaSejarah kolonialAlun‑alunParit benteng

Komentar

Memuat komentar...