Kampung Peneleh: Surga Sejarah di Tengah Surabaya
Gambar atau konten salah?
Di pusat Kota Surabaya, ada sebuah kawasan tua bernama Kampung Peneleh. Tempat ini bukan sekadar kampung biasa. Ia dikenal sebagai kampung Bapak Bangsa. Julukan itu muncul karena banyak tokoh penting Indonesia yang lahir atau pernah tinggal di sini.
Kampung Peneleh termasuk salah satu kampung tertua di Surabaya. Letaknya strategis, di tengah kota. Bagi wisatawan yang menyukai sejarah, tempat ini layak dikunjungi. Setidaknya ada enam spot wisata sejarah yang bisa dijelajahi. Mulai dari Kampung Heritage Peneleh, Rumah Kelahiran Soekarno, Rumah HOS Cokroaminoto, Jembatan Peneleh, Makam Belanda Peneleh, hingga Sumur Jobong.
Sejarah Kampung Peneleh tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang Kota Surabaya. Jika Anda ingin merasakan suasana kota pahlawan yang sesungguhnya, berjalan-jalanlah di kampung ini. Anda akan menemukan keunikan masyarakat Surabaya. Rumah-rumah penduduk berdiri rapat. Di beberapa titik, ada makam yang berada tepat di tengah jalan kampung. Bahkan ada makam yang terletak di dalam rumah warga.
Menurut pemandu Wisata Makam Belanda Peneleh, kawasan Peneleh I dan sekitarnya dulunya adalah kompleks pemakaman umum. Salah satu yang paling ikonik adalah Makam Belanda Peneleh. Letaknya persis di belakang Puskesmas Peneleh. Makam ini termasuk yang tertua keempat di Surabaya. Catatan sejarah menyebut makam ini dibuka pada tahun 1847. Namun, menurut pemandu wisata, makam tersebut sudah disahkan pada tahun 1840 dan mulai beroperasi pada tahun 1844.
Salah satu tokoh penting Belanda yang dimakamkan di sini adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Markus. Ia wafat pada 02 Agustus 1844. Saat ini, makam tersebut menampung sekitar 15.000 hingga 25.000 jasad warga Eropa. Karena lahan sudah terlalu penuh, makam Peneleh ditutup secara permanen sebagai pemakaman umum sejak tahun 1924 hingga 1964. Diperkirakan ada 3.821 makam Belanda di Peneleh. Bentuknya beragam, unik, dan tertata rapi. Suasana di sana terasa tenang dan asri.
Selain berwisata sejarah, pengunjung juga bisa menikmati kuliner. Soto Banjar di Jalan Ahmad Jais menyajikan makanan khas Banjar dengan rasa yang lezat. Di sepanjang Jalan Peneleh, ada juga rujak cingur, makanan khas Surabaya. Jika ingin bersantai sambil menikmati angin kota, cobalah mampir ke Riverside Peneleh. Tempat ini menjual produk UMKM kuliner. Semua pelaku UMKM adalah warga asli Peneleh. Ada sekitar 15 UMKM yang menjajakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
Kampung Tua Jalan Peneleh membuktikan bahwa Surabaya tidak hanya punya mal dan kawasan kota tua. Ada kampung wisata yang kaya akan sejarah. Mengunjungi tempat ini bisa menambah wawasan tentang perjalanan panjang Kota Surabaya. Dari makam tua hingga rumah kelahiran proklamator, semuanya ada di sini. Kampung ini adalah potret hidup masa lalu yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk kota.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Singapura Dorong Tambah Rute Penerbangan Langsung ke Indonesia
Wisata Pesisir Serang Aman, Hoaks Erupsi Diluruskan
Pulau Untung Jawa, Liburan Pantai Dekat Jakarta
Liburan Sekolah? Coba Wisata ke Kota Tua Jakarta
Museum Nasional: Liburan Edukatif dengan Tiket Rp30 Ribu
Kisah Pembuatan Perahu Kayu Tradisional Desa Kemujan Penuh
Berita Terbaru
Kampung Peneleh: Surga Sejarah di Tengah Surabaya
Argentina Comeback Dramatis, Messi Menangis Usai Kalahkan Mesir 3-2
Diskon 50% Biaya E-Commerce untuk UMKM Berlaku 1 Agustus
Daerah Diminta Siaga Hadapi Kebakaran TPA karena El Nino
PT PP Ditugaskan Perkuat Jembatan Enang-Enang
Wali Kota Tutup Paksa Parkir Liar di Tunjungan
Waspada Penipuan Lowongan Kerja Mengatasnamakan Grup Merdeka
Wenger: Spanyol Satu-satunya yang Bisa Kalahkan Prancis