Kapal Mati Mesin di Selayar, 40 Penumpang Belum Dievakuasi
Gambar atau konten salah?
Sebuah kapal layar motor bernama KLM Nurul Salsa mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut mengangkut 46 penumpang. Tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang menghadapi kendala berupa gelombang tinggi. Hingga saat ini, baru enam orang yang berhasil dievakuasi.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026, siang hari. Kapal dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar Pulau Polassi. Personel Satpolairud Polres Selayar bersama Basarnas dan TNI AL telah dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.
Kasubsi Penmas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre, menyampaikan bahwa informasi sementara menyebutkan ada 46 orang di dalam kapal. Enam orang di antaranya sudah dievakuasi menggunakan kapal kecil dari Polassi. Namun, setelah kapal kecil itu kembali ke darat, awaknya tidak berani lagi mendekat ke lokasi kejadian karena cuaca ekstrem.
Kasat Polairud Polres Kepulauan Selayar, Iptu Amat Soedachlan, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Basarnas sudah menindaklanjuti laporan kecelakaan laut tersebut sejak siang. Namun, kondisi ombak yang sangat besar membuat mereka harus menunggu armada kapal yang lebih besar dan siap digunakan.
Personel Satpolairud bersama Basarnas masih berada di Pelabuhan Appatanah. Mereka menunggu kapal dari Pasimasunggu. Kapal tersebut dinilai lebih aman untuk digunakan menuju lokasi kejadian di tengah cuaca buruk.
Berdasarkan informasi yang diterima polisi, KLM Nurul Salsa mengangkut puluhan penumpang, termasuk anak-anak. Selain mengalami kerusakan mesin, kapal juga dilaporkan mengalami kebocoran kecil. Mesin pompa terus dioperasikan untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam lambung kapal.
Hingga Rabu malam, KLM Nurul Salsa yang mengangkut puluhan penumpang, termasuk anak-anak, masih belum berhasil dievakuasi. Informasi ini dihimpun dari petugas pelabuhan dan keluarga penumpang.
Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Kepulauan Selayar, Firman, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan penumpang kapal semakin sulit dilakukan. Awalnya, beberapa penumpang masih dapat dihubungi melalui telepon seluler. Namun, hingga malam hari, seluruh nomor yang sebelumnya aktif sudah tidak dapat dihubungi lagi.
Firman mengetahui ada empat penumpang yang berada di atas kapal. Ia sempat menghubungi mereka melalui telepon, tetapi sekarang nomor-nomor tersebut sudah tidak aktif. Firman juga telah berupaya melakukan komunikasi melalui jaringan radio dengan pihak anak buah kapal (ABK) KLM Nurul Salsa, namun belum memperoleh respons. Kondisi ini membuat informasi mengenai posisi terkini maupun keadaan para penumpang menjadi sangat terbatas.
Cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi kendala utama dalam proses evakuasi. Tim SAR gabungan masih menunggu kapal yang lebih besar untuk bisa mendekati lokasi kapal yang mengalami mati mesin dan kebocoran. Komunikasi dengan penumpang yang terputus menambah kekhawatiran akan keselamatan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
17 Agustus 2026 Dipastikan Tanggal Merah
Wakil Bupati Ajak Warga Nobar Piala Dunia 2026
KRI Marlin Dikerahkan Evakuasi 40 Penumpang Kapal Mati Mesin
5 Contoh Pidato Upacara 17 Agustus 2026
Gerhana Matahari Total 2027 Landa Mekkah, Ini Jadwal Lengkapnya
IAS Kantongi 25 Suara, Aklamasi Ketua Golkar Sulsel Makin Dekat
Berita Terbaru
Rodri Pujian Zlatan, Pemain Kurang Diakui
300 Ton Sampah Palembang Hilang Tiap Hari
Imigrasi Bali Perketat Patroli WNA
Prancis Tetap Primadona Wisata Usai Kalah Piala Dunia
Yamal Kalahkan Mbappe Lagi, Catatan 6-0
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp25,5 Juta
Menanti Serah Aset KCIC, Skema Utang Whoosh Siap
