KRI Marlin Dikerahkan Evakuasi 40 Penumpang Kapal Mati Mesin

Nita W. · 2 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
KRI Marlin Dikerahkan Evakuasi 40 Penumpang Kapal Mati Mesin

Gambar atau konten salah?

Tim SAR gabungan mengerahkan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Marmil milik TNI Angkatan Laut untuk membantu evakuasi Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa. Kapal tersebut mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi alasan utama dikerahkannya kapal perang ini. Kondisi itu menghambat proses penyelamatan yang sudah berlangsung.

"Dikerahkan KRI Marlin dari TNI AL sebagai back up. Sementara ini KRI sedang menuju lokasi," kata Kasi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada wartawan, pada 15 Juli 2026.

Sultan menjelaskan, tim penyelamat sebelumnya mencoba evakuasi menggunakan perahu karet atau RIB. Tapi gelombang tinggi membuat upaya itu sulit dilakukan. Basarnas kemudian meminta bantuan nelayan di Pulau Jampea untuk bergerak lebih cepat menuju lokasi kapal.

"Kami coba pakai perahu karet, tetapi karena kondisi di Selayar tidak memungkinkan, kami meminta bantuan kapal nelayan yang ada di Jampea. Mereka berangkat sekitar pukul 17.55 Wita menuju lokasi dan diperkirakan tiba sekitar pukul 23.00 Wita," katanya.

Menurut Sultan, kapal nelayan dipilih karena bisa mencapai lokasi lebih cepat dibandingkan KRI Marlin. Kapal perang itu diperkirakan baru tiba besok pagi. Jika proses evakuasi oleh kapal nelayan berhasil, KRI Marlin akan dipulangkan dan kembali bersiaga untuk bantuan.

"Nelayan bisa tiba sekitar empat jam, sedangkan KRI Marlin diperkirakan baru sampai sekitar (Kamis) pukul 06.00 pagi. Kalau evakuasi berhasil dilakukan lebih dulu, KRI tetap kembali untuk memback up," jelasnya.

Sultan mengungkapkan, enam penumpang sebelumnya sempat dievakuasi oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi. Namun kapal itu tidak bisa kembali mengevakuasi penumpang lainnya. Ombak yang sangat tinggi menjadi penyebabnya.

"Benar, enam orang sempat dievakuasi kapal yang melintas. Tetapi karena ombak sangat tinggi, kapal itu tidak berani kembali ke lokasi," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Sultan, tim SAR memperkirakan posisi KLM Nurul Salsa sudah bergeser dari titik awal. Arus laut yang kuat membawa kapal tersebut. Meski begitu, seluruh unsur SAR masih terus bergerak menuju wilayah sekitar Pulau Polassi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

"Sementara posisi diperkirakan di sekitar Pulau Polassi. Namun karena arus laut cukup kuat, kemungkinan posisi kapal sudah bergeser sehingga tim terus melakukan penyisiran," pungkasnya.

Sebelumnya, KLM Nurul Salsa yang membawa 46 penumpang mengalami mati mesin di sekitar Pulau Polassi pada 15 Juli siang. Tim SAR gabungan yang hendak melakukan evakuasi terkendala gelombang tinggi. Baru enam penumpang yang berhasil dievakuasi.

"Info sementara ada 46 orang di kapal, 6 sudah dievakuasi kapal kecil dari Polassi. Namun setelah pulang kapalnya tidak berani lagi mendekat karena cuaca ekstrim," ujar Kasubsi Penmas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre dalam keterangannya, 15 Juli 2026.

Kondisi cuaca ekstrem di perairan Selayar menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan ini. Gelombang tinggi tidak hanya menghambat perahu karet, tetapi juga membuat kapal nelayan yang sudah berangkat harus berhati-hati. Sementara itu, KRI Marlin yang dikerahkan sebagai cadangan masih dalam perjalanan. Tim SAR terus memantau pergerakan kapal dan arus laut, karena posisi kapal bisa berubah sewaktu-waktu. Enam penumpang yang sudah dievakuasi menjadi prioritas pertama, sementara 40 orang lainnya masih menunggu pertolongan di tengah laut.

KRI Marlinevakuasimati mesingelombang tinggicuaca burukKLM Nurul SalsaBasarnas

Komentar

Memuat komentar...