Kapal Selam Temukan Kuburan Paus Besar 5.000 m di Samudra Hindia

Wati N. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kapal Selam Temukan Kuburan Paus Besar 5.000 m di Samudra Hindia

Gambar atau konten salah?

Para ilmuwan baru saja menavigasi kapal selam ke kedalaman yang belum pernah dijelajahi di Samudra Hindia, menemukan salah satu kuburan paus terbesar dan terdalam di dunia.

Kuburan ini terletak puluhan ribu meter di bawah permukaan laut. Paus yang mati atau sekarat hanyut ke dasar laut, tulangnya bercampur di area seluas sekitar 1.200 kilometer. Di bawah ini, tulang-tulang menciptakan sebuah nekropolis yang luas.

Tulang-tulang tersebut mencakup kerangka paling tua sekaligus kerangka modern, menunjukkan bahwa tempat ini terus menerima sisa paus selama setidaknya 5,3 juta tahun. Kerangka modern menunjukkan bahwa paus masih mengendap di titik ini secara terus-menerus.

Sebagian besar tulang berasal dari paus paruh, yang memiliki moncong ramping seperti lumba-lumba. Paus ini menyelam sangat dalam dan menghabiskan sedikit waktu dekat permukaan, sehingga jarang terlihat.

Kapal selam Fendouzhe, yang pernah menelusuri dasar Palung Mariana pada tahun 2020, membantu para peneliti menelusuri situs ini. Mereka menggunakan kapal penelitian Tan Suo Yi Hao dan lengan robotik untuk mengumpulkan fosil.

"Meskipun ini adalah kuburan paus yang benar-benar masif, mencapainya sangatlah sulit karena kedalamannya ekstrem," kata salah satu penulis studi, Peng Zhou, peneliti di Institut Sains dan Teknik Laut Dalam pada Chinese Academy of Sciences.

"Saat kami pertama kali mengamati situs ini, hal itu benar-benar mengejutkan semua orang," tambah Zhou.

Ekspedisi ini merupakan bagian Program Eksplorasi Palung Hadal Global, kolaborasi internasional menjelajahi beberapa area paling tidak dikenal di bagian terdalam lautan. Pada Zona Fraktur Diamantina, area punggung bukit dan palung laut barat daya Australia, kedalaman mencapai 5.000 hingga 7.000 meter.

Para peneliti melakukan 32 kali penyelaman antara Februari hingga Maret 2023. Dalam setiap penyelaman, mereka menelusuri nekropolis dan mengumpulkan sampel.

Sampel bangkai paus ditemukan, termasuk paus minke (Balaenoptera acutorostrata) berukuran sekitar 3 meter panjangnya. Sisa-sisa spesies lain, paus paruh Andrew (Mesoplodon bowdoini), ditemukan di dekat fosil Pterocetus.

Fosil tertua, Pterocetus benguelae, berusia 5,3 juta tahun. Sementara itu, spesies modern masih hidup menunjukkan bahwa fosil terawetkan di wilayah yang sama.

Kepadatan fosil sangat tinggi, sekitar 760 sisa per kilometer persegi, jauh lebih tinggi dari apa pun yang pernah didokumentasikan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa situs ini sangat kaya akan sisa paus.

"Menurut perkiraan kami, ada lebih dari 10 juta sisa paus tergeletak di dasar laut palung ini," sebutnya.

Alasan banyaknya bangkai paus paruh di sana mungkin terkait topografi Zona Diamantina yang berbentuk V. Bentuk corong ini menyalurkan bangkai ke dasar laut, dan sedikit pergerakan sedimen di kedalaman tersebut membuat bangkai tetap terekspos bagi pemakan bangkai.

Mineral laut dalam membentuk kerak pada tulang-tulang tersebut, mengawetkannya sebagai fosil. Proses ini berlangsung selama jutaan tahun, menambah nilai ilmiah situs ini.

Temuan tak terduga lainnya adalah sebagian tengkorak spesies yang sebelumnya tidak diketahui, yang dinamai Pterocetus diamantinae. Penemuan ini menambah daftar spesies fosil yang belum pernah teridentifikasi.

"Menemukan genus punah seperti Pterocetus dan spesies yang masih hidup seperti Mesoplodon bowdoini terawetkan di wilayah yang sama, membentang 1.200 kilometer di dasar laut pada kedalaman ekstrem seperti itu sungguh di luar dugaan," kata Zhou.

Eksplorasi ini menunjukkan bahwa dasar laut masih menyimpan jejak kehidupan yang belum terungkap. Metode eksplorasi modern dapat membuka rahasia alam yang tersembunyi di kedalaman laut.

Temuan ini menambah pemahaman tentang kehidupan paus paruh dan proses fosilisasi di kedalaman laut yang ekstrem. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih banyak tentang sejarah laut.

Para ilmuwan berharap data ini dapat membantu konservasi paus paruh dan meningkatkan pengetahuan tentang ekosistem laut dalam.

Eksplorasi ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menjelajahi wilayah laut yang sulit diakses.

Dengan menemukan ribuan tulang paus di satu lokasi, peneliti menegaskan bahwa dasar laut masih menyimpan warisan biologis yang kaya.

Temuan ini menambah pemahaman tentang kehidupan paus paruh dan proses fosilisasi di kedalaman laut yang ekstrem. Eksplorasi ini menunjukkan bahwa dasar laut masih menyimpan jejak kehidupan yang belum terungkap, dan bahwa metode eksplorasi modern dapat membuka rahasia alam yang tersembunyi.

kuburan pauskelamaran hadalPterocetus diamantinaeZona Diamantinakapal selam Fendouzhefosil paus paruheksplorasi laut dalam

Komentar

Memuat komentar...