Kasus HIV/AIDS Baru di Sumsel Capai 380 Orang dalam 5 Bulan

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kasus HIV/AIDS Baru di Sumsel Capai 380 Orang dalam 5 Bulan

Gambar atau konten salah?

Palembang — Jumlah orang yang baru terinfeksi HIV dan AIDS di Sumatera Selatan terus meningkat. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, tercatat ada 380 kasus baru. Dari angka tersebut, sebanyak 28 orang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menyampaikan data ini pada Sabtu, 11 Juli 2026. Ia merinci, dari 380 kasus baru, 249 orang terinfeksi HIV dan 131 orang sudah memasuki tahap AIDS. "Dari total temuan kasus baru, yang meninggal sebanyak 28 orang," ujarnya.

Kota Palembang menjadi wilayah dengan laporan kasus terbanyak. Dinkes Sumsel mencatat ada 203 orang dari Palembang, terdiri dari 133 orang dengan HIV dan 70 orang dengan AIDS. Dari jumlah itu, 10 orang meninggal dunia.

Wilayah lain dengan angka kasus yang cukup tinggi adalah Lubuklinggau, dengan 27 orang. Rinciannya, 12 orang terinfeksi HIV dan 15 orang AIDS. Dua orang di antaranya meninggal. Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tercatat 25 kasus, terdiri dari 14 orang HIV dan 11 orang AIDS. Tiga orang meninggal.

Kabupaten OKU Timur melaporkan 17 kasus, dengan 13 orang HIV dan 5 orang AIDS. Satu orang meninggal. Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat 16 kasus, terdiri dari 13 orang HIV dan 3 orang AIDS. Empat orang meninggal.

Di Kabupaten Muara Enim, juga ada 16 kasus, dengan 10 orang HIV dan 6 orang AIDS. Satu orang meninggal. Kota Prabumulih dan Kabupaten OKU masing-masing melaporkan 16 kasus. Di Prabumulih, 13 orang HIV dan 3 orang AIDS. Di OKU, 13 orang HIV dan 3 orang AIDS. Tidak ada pasien meninggal di kedua wilayah ini.

"Di Banyuasin 14 orang, terdiri dari HIV 10 orang dan AIDS 4 orang dengan 2 orang meninggal," kata Ira. Wilayah lain mencatatkan kasus di bawah 10 orang. Yang paling rendah adalah OKU Selatan, dengan hanya satu temuan kasus AIDS.

Ira juga mengungkapkan kelompok yang paling banyak terinfeksi. "Kasus paling banyak HIV/AIDS berasal dari LSL (lelaki seks dengan lelaki)," katanya.

Secara keseluruhan, sejak 2011 hingga April 2026, jumlah kumulatif kasus HIV dan AIDS di Sumsel mencapai 8.188 orang. Dari jumlah itu, 4.767 orang terinfeksi HIV dan 3.425 orang sudah dalam tahap AIDS.

Data ini menunjukkan bahwa penularan HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Sumatera Selatan. Kelompok LSL menjadi kelompok yang paling rentan, dan sebagian besar kasus baru terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Palembang.

HIVAIDSSumatera Selatankasus baruLSLPalembangmeninggal

Komentar

Memuat komentar...