Tiga dari Empat Wilayah Karhutla Sumsel Padam
Gambar atau konten salah?
Empat wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat, 10 Juli 2026. Dari keempat daerah tersebut, tiga di antaranya berhasil dipadamkan. Hanya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masih menyisakan asap.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan bahwa laporan patroli udara dan aktivitas pemadaman menggunakan helikopter water bombing menunjukkan titik-titik kebakaran tersebar di PALI, OKU, Banyuasin, dan Palembang. "Empat helikopter dikerahkan dalam upaya pemadaman karhutla di empat daerah. Tiga daerah berhasil dipadamkan, namun kondisi di PALI masih berasap," ujarnya pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Sudirman, karhutla di PALI yang belum sepenuhnya padam berlokasi di Kecamatan Penukal. Lahan yang terbakar di sana seluas 1 hektare. Satu helikopter dikerahkan dan melakukan 26 kali water bombing untuk memadamkan api di titik tersebut.
Di wilayah lain di PALI, tepatnya Kecamatan Pengabuan, upaya pemadaman juga dilakukan. Satu helikopter menjalankan 20 kali water bombing di sana. Hasilnya, api berhasil padam. Luas lahan yang terbakar di Pengabuan mencapai 3 hektare.
Sementara itu, dua helikopter lainnya diterjunkan untuk memadamkan karhutla di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU. Luas lahan yang terbakar di sana mencapai 4 hektare. Proses pemadaman membutuhkan 42 kali water bombing hingga akhirnya api benar-benar padam.
Kebakaran juga terjadi di perbatasan antara Palembang dan Banyuasin. Luas lahan yang terbakar di lokasi ini diperkirakan mencapai 10 hektare. Pemadaman dilakukan melalui satuan tugas (satgas) darat dan udara. Sebanyak 59 kali water bombing dijalankan di wilayah Talang Kelapa. Lokasi kebakaran ini berdekatan dengan area permukiman warga.
Selama musim kemarau, patroli udara terus dilakukan secara rutin. Tujuannya untuk memantau dan mendeteksi wilayah-wilayah yang berpotensi atau sudah mengalami karhutla. "Hari ini patroli udara kembali mengecek kondisi karhutla di Sumsel, termasuk di PALI," jelas Sudirman.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca kering. Ia juga meminta semua pihak segera melapor kepada petugas jika menemukan titik api. Langkah ini penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kebakaran hutan dan lahan di Sumsel kerap terjadi saat musim kemarau. Upaya pemadaman melibatkan kombinasi satgas darat dan udara. Meski tiga dari empat daerah berhasil dipadamkan, kondisi di PALI masih memerlukan perhatian dan pengawasan ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
