Kisah Sema: Hipertensi Tak Terkontrol Berujung Cuci Darah
Gambar atau konten salah?
Seorang perempuan asal Bekasi, Jawa Barat, bernama Sema (33), membagikan kisahnya yang viral di media sosial. Ia harus menjalani cuci darah di usia muda setelah didiagnosis gagal ginjal stadium 5 pada tahun 2024. Saat itu, usianya baru 31 tahun.
Melalui akun TikTok pribadinya, Sema menjelaskan bahwa penyakit ginjal yang dideritanya tidak dipicu oleh konsumsi minuman manis. Penyebab utamanya adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Hipertensi sendiri merupakan salah satu faktor risiko utama yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal.
Sema mengaku tidak rutin minum obat hipertensi. Ia merasa sudah menjalani pola hidup sehat. Keputusan itu justru membuat tekanan darahnya tidak terkendali dan akhirnya memicu gangguan pada ginjal.
"Jadi aku tuh sakit ginjalnya bukan karena minum minuman manis ya. Aku tuh gagal ginjal karena hipertensi yang tidak terkontrol. Jadi aku tuh ada hipertensi, tapi nggak pernah minum obat hipertensi," kata Sema melalui akun TikTok @semachintyaa.
Ia juga menceritakan bahwa dua tahun terakhir sebelum sakit, ia rutin berolahraga. "Padahal waktu dua tahun terakhir itu aku rajin pound fit, rajin olahraga, minum air putih banyak banget, rajin ngonten, kerja, nyari bahan dan lain-lain. Bahkan, sebelum sakit, tuh aku nonton konser Taylor Swift dulu tapi itu nggak berasa," tambahnya.
Melalui pengalamannya, Sema mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap hipertensi. Ia menekankan pentingnya disiplin menjalani pengobatan jika sudah didiagnosis tekanan darah tinggi.
Menjalani cuci darah bukanlah hal yang mudah. Terlebih, Sema memiliki seorang anak yang masih berusia lima tahun. Dukungan dari suami dan keluarga menjadi motivasi baginya untuk terus menjaga kesehatan dan menjalani pengobatan.
"Saya harus berjuang untuk anak agar bisa membersamai tumbuh kembang anak saya. Alhamdulillah suami dan keluarga sangat suportif dalam kelancaran berobat," cerita Sema.
Kisah Sema menunjukkan bahwa hipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa berakibat serius. Meskipun seseorang merasa sudah menjalani gaya hidup sehat, tekanan darah tinggi tetap perlu dikontrol dengan obat secara teratur. Gagal ginjal stadium 5 yang dialami Sema mengharuskannya menjalani hemodialisis secara rutin, sebuah prosedur yang tidak ringan dan membutuhkan dukungan penuh dari orang-orang terdekat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran Pasar Sibolga, Empat Damkar Dikerahkan
Dari 30 Ribu Kopdeskel, Hanya 20 yang Tak Ideal
ASN Dapat Izin Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Ejek Messi Gagal Penalti, Pria Bangladesh Tewas Dikeroyok
Mualem Desak Gas Andaman Diolah di Darat, Bahlil Hitung Untung Rugi
DPR Bentuk Panja Awasi Tiga Kasus Korupsi
Berita Terbaru
Kisah Sema: Hipertensi Tak Terkontrol Berujung Cuci Darah
Renungan Minggu: Pengharapan di Tengah Pergumulan
Argentina Tantang Swiss di Perempat Final Piala Dunia
Imbauan: ASN Boleh Antar Anak Hari Pertama Sekolah
55 Contoh Motto Hidup MPLS untuk Name Tag SD-SMA
Banjir China Lepaskan Ratusan Ular Berbisa
Argentina Hadapi Swiss di Perempatfinal Piala Dunia 2026