Pedagang Cuanki di Masjid Pusdai Bandung Meradang, Minta Penertiban Ditunda

Rizki W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pedagang Cuanki di Masjid Pusdai Bandung Meradang, Minta Penertiban Ditunda

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan penertiban terhadap pedagang cuanki yang berjualan di sekitar Masjid Pusdai. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi utama area tersebut sebagai tempat ibadah. Namun, rencana ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang yang menggantungkan hidup dari jualan mereka.

Pada Senin, 22 Juni 2025 malam, tim detikJabar berbincang dengan beberapa pedagang cuanki di lokasi. Mayoritas dari mereka sudah mendengar tentang wacana penertiban ini. Meski begitu, banyak yang berharap pemerintah memberikan keringanan agar mereka tetap bisa mencari nafkah.

Salah satu pedagang, Nina (nama samaran), mengaku sudah mengetahui rencana tersebut sejak beberapa hari lalu. Informasi itu terus mengganggu konsentrasinya setiap malam saat berjualan. Perempuan yang mulai berjualan cuanki setelah masa pandemi COVID-19 ini menyampaikan permohonannya.

"Udah sih, a, udah tahu dari kemaren. Apapun itu kebijakannya, kami mah mohon lah dipertimbangkan lagi, soalnya mau jualan di mana nanti," katanya dengan nada memelas.

Menurut Nina, situasi setiap malam menunjukkan bahwa para pedagang cuanki sebenarnya taat pada aturan. Setelah selesai berjualan, mereka selalu merapikan kembali lapak dagangannya. Sampah-sampah juga dibersihkan dari lokasi jualan. Tidak ada yang meninggalkan area dalam keadaan kotor.

"Jualan biasanya sampe jam 2 atau setengah 4 subuh. Semua diberesin lagi, sampahnya diberesin, tempatnya diberesin. Jadi kalau mau ditertibkan, kita juga sebenarnya taat sama aturan a. Makanya kita minta dipertimbangin lagi," tuturnya menjelaskan.

Nina justru melihat kawasan Masjid Pusdai kini semakin ramai. Tempat itu menjadi destinasi wisata kuliner setiap malam. Banyak orang datang untuk menikmati cuanki dan jajanan lainnya. Dengan munculnya wacana penertiban, ia berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Ia ingin melihat kondisi nyata para pedagang di lapangan.

"Karena kalau harus pindah ke RRI atau Geologi, itu ada aturannya, a. Yang di sini enggak bisa jualan ke sana, yang di sana juga enggak bisa jualan ke sini," katanya menjelaskan.

Ia menegaskan akan mengikuti aturan yang ditetapkan. Namun, jika penertiban tetap harus dilakukan, ia memohon agar pemerintah mempertimbangkan kembali nasib para pedagang. "Kita mah bakal ikutin aturan. Tapi kalau emang harus ditertibkan, kami mohon dipertimbangin lagi sama pemerintah. Kasihan atuh, a, kami mau jualan ke mama," pungkasnya.

Para pedagang cuanki di Masjid Pusdai menghadapi ketidakpastian. Mereka berharap bisa terus berjualan di lokasi yang sudah ramai pengunjung. Namun, mereka juga sadar bahwa area tersebut adalah tempat ibadah yang perlu dijaga kekhidmatannya. Keseimbangan antara mencari nafkah dan menjaga fungsi tempat suci menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

penertibanpedagang cuankiMasjid PusdaiBandungtempat ibadahkeseimbanganmata pencaharian

Komentar

Memuat komentar...