Kebakaran di Banyuwangi Akibat Korsleting Baterai Motor Listrik, Rugi Rp 400 Juta

Ani R. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kebakaran di Banyuwangi Akibat Korsleting Baterai Motor Listrik, Rugi Rp 400 Juta

Gambar atau konten salah?

Banyuwangi – Sebuah peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik warga di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Api diduga mulai menyala dari baterai sepeda motor listrik yang mengalami korsleting listrik. Total kerugian yang ditaksir dari musibah ini mencapai angka Rp 400 juta.

Lukman Fathoni, yang merupakan pemilik rumah, menuturkan bahwa kejadian ini berlangsung sekitar pukul 03.30 WIB. Ia menjelaskan, tetangga yang pertama kali menyadari adanya kobaran api langsung menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi untuk meminta pertolongan. "Seluruh rumah terbakar, awalnya kebakaran sekitar jam 03.3 WIB kata tetangga dan langsung laporan ke Damkar," ujarnya pada Minggu, 21 Juni 2026.

Setelah menerima laporan dari warga, sebanyak 11 personel dari Damkarmat Banyuwangi dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka membawa serta 4 unit mobil pemadam kebakaran. Jarak tempuh dari markas Damkar di pusat kota Banyuwangi menuju lokasi kebakaran mencapai sekitar 31 kilometer.

Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, mengungkapkan bahwa saat api mulai berkobar, pemilik rumah tidak sedang berada di tempat. Lukman Fathoni sedang mendampingi istrinya yang tengah sakit di rumah mertua. Ia pergi bersama salah satu anak mereka. "Pemilik rumah sedang berada di rumah mertua karena mendampingi istrinya yang sakit. Saat kebakaran terjadi, di rumah hanya ada satu orang anak yang sedang beristirahat," jelas Edy.

Anak dari pemilik rumah tersebut, menurut penjelasan Edy, sedang berada di dalam rumah ketika peristiwa kebakaran terjadi. Beruntung, ia segera terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara percikan api. Selain itu, ia juga mendengar teriakan panik dari para tetangga yang melihat kobaran api semakin membesar. Setelah melakukan penilaian awal di lokasi, Edy menyebutkan bahwa sumber api diduga kuat berasal dari area garasi rumah. "Korban yang berada di dalam rumah awalnya mendengar suara percikan dan terbangun. Setelah keluar kamar, diketahui api sudah muncul di area garasi dan mulai membesar," ungkapnya.

Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti menggunakan selang air. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kobaran api terus bertambah besar. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menghubungi pusat panggilan darurat (call center) milik Damkarmat Banyuwangi.

Edy menjelaskan, begitu tiba di lokasi, tim pemadam langsung memulai proses pemadaman. Mereka menggelar empat jalur selang dan memfokuskan penyemprotan air ke titik-titik api yang paling besar. Langkah ini diambil untuk mencegah api merembet ke bangunan-bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran. "Prioritas pertama kami adalah memutus rambatan api ke bangunan sekitar. Setelah itu personel masuk ke titik-titik kebakaran di area garasi, ruang tengah, dan dapur hingga api berhasil dikendalikan," jelasnya.

Proses pemadaman api baru benar-benar selesai sekitar pukul 05.51 WIB. Setelah itu, tim masih melakukan proses pendinginan di lokasi hingga pukul 06.50 WIB. Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan, petugas menduga sumber api berasal dari baterai jenis lithium yang terdapat pada sepeda motor listrik. Baterai tersebut diduga mengalami korsleting listrik, yang kemudian memicu fenomena yang dikenal sebagai thermal runaway atau pelepasan panas secara berantai. "Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan kuat bahwa sumber api berasal dari baterai lithium motor listrik yang berada di garasi. Kondisi tersebut memicu panas berlebih dan kemudian menyambar kendaraan lain yang berada di sekitarnya," terang Edy.

Api yang membesar kemudian merambat dan membakar tiga unit sepeda motor berbahan bakar minyak yang sedang terparkir di garasi. Setelah itu, kobaran api terus menjalar hingga mencapai bagian atap dan akhirnya meludeskan seluruh bagian rumah. "Karena di garasi terdapat beberapa kendaraan dan material yang mudah terbakar, api berkembang sangat cepat. Dalam waktu singkat kobaran api merembet ke bagian bangunan lainnya," tambahnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau korban luka dalam peristiwa ini, seluruh bangunan rumah beserta seluruh isi yang ada di dalamnya dilaporkan hangus terbakar. Beberapa dokumen penting milik keluarga juga tidak sempat diselamatkan dari amukan si jago merah. "Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material cukup besar karena bangunan rumah, empat kendaraan, perabotan rumah tangga, hingga dokumen penting ikut terbakar," kata Edy.

Sebagai penutup, Edy mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap keamanan instalasi listrik dan perangkat yang menggunakan baterai lithium. Ia menekankan pentingnya pengawasan, terutama saat proses pengisian daya dilakukan di dalam rumah. "Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kondisi perangkat elektronik dan baterai dalam keadaan baik. Hindari pengisian daya tanpa pengawasan dan pastikan area penyimpanan memiliki sirkulasi yang aman untuk meminimalkan risiko kebakaran," tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran bisa datang dari sumber yang tidak terduga, seperti baterai kendaraan listrik. Kejadian di Banyuwangi ini menunjukkan betapa cepatnya api bisa menyebar jika material mudah terbakar berada di dekat sumber percikan api. Keberadaan anak di rumah sendirian saat kebakaran juga menjadi titik kritis yang beruntung tidak berakhir dengan korban jiwa.

kebakaransepeda motor listrikkorsleting listrikbaterai lithiumBanyuwangikerugian 400 jutaDamkarmat

Komentar

Memuat komentar...