Kebakaran di Sawahan Surabaya Tewaskan Bocah 6 Tahun

Ika P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kebakaran di Sawahan Surabaya Tewaskan Bocah 6 Tahun

Gambar atau konten salah?

Sebuah kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Petemon Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Senin 22 Juni 2026. Peristiwa ini merenggut nyawa seorang anak perempuan bernama Kyaranissa Kamila Susetyo, yang baru berusia 6 tahun. Korban diduga terjebak di dalam rumahnya saat api mulai berkobar.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh obat nyamuk. Namun, Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, menegaskan bahwa dugaan itu masih terlalu dini. Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab pastinya karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kalau penyebab karena obat nyamuk, itu hanya katanya saja. Tidak bisa dijadikan patokan. Kami masih dalam tahap penyelidikan untuk mencari penyebab yang sebenarnya," ujar Muljono saat dikonfirmasi pada Selasa 23 Juni 2026.

Untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian ini, Tim Laboratorium Forensik dari Polda Jawa Timur akan turun langsung ke lokasi. Mereka akan melakukan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.

"Tim Labfor Polda akan melakukan olah TKP sebagai ahli dalam menentukan penyebab kebakaran," tegas Muljono.

Kebakaran ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan 10 unit mobil pemadam setelah menerima laporan dari warga.

Saat proses pemadaman berlangsung, petugas menghadapi kendala serius. Akses menuju lokasi kebakaran sangat sempit, sehingga menyulitkan pergerakan armada. Sementara itu, api di lantai dua rumah sudah membesar dan sulit dikendalikan.

Selain korban yang meninggal dunia, ada satu korban lain yang selamat. Kakak korban, Aldery Ahmad Susetyo (11), berhasil menyelamatkan diri dengan cara memecahkan kaca jendela dan melompat keluar. Ia mengalami luka ringan akibat aksi nekatnya tersebut.

"Korban ada dua orang, kakak beradik. Untuk sang kakak berhasil keluar dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar," jelas Rini.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah, terutama di kawasan padat dengan akses sempit. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab utama kebakaran tersebut.

kebakaranSurabayaPetemon TimurSawahanobat nyamukpenyelidikanLabfor

Komentar

Memuat komentar...