NU Dukung MBG, Minta Perbaikan Tata Kelola
Gambar atau konten salah?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik hangat yang dibahas dalam Sidang Pleno III Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026, yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026. Para peserta sidang memberikan perhatian khusus pada program ini karena dianggap sebagai salah satu isu strategis yang penting untuk dibahas.
Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan dukungannya terhadap program MBG, namun organisasi ini juga meminta pemerintah untuk melakukan beberapa perbaikan dalam tata kelola dan mekanisme pelaksanaannya. Prof. M. Nuh, yang menjabat sebagai Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, menjelaskan bahwa para peserta sidang melihat tujuan program MBG sangat mulia. Tujuan tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.
"Dari tujuan yang sangat mulia itu, kami memberikan apresiasi terhadap keberlangsungan MBG. Tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap pentingnya perbaikan-perbaikan mekanisme penyaluran dan pengelolaan MBG itu," kata M. Nuh pada Senin, 22 Juni 2026.
Karena itu, NU memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan program yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meskipun demikian, NU menilai masih ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi agar program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurut M. Nuh, pembahasan di komisi rekomendasi menghasilkan sejumlah catatan yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketepatan sasaran penerima manfaat. Selain itu, efektivitas tata kelola anggaran juga menjadi sorotan karena nilai anggaran program ini sangat besar.
"Ini menyangkut kebutuhan orang banyak dan anggaran yang tidak kecil. Karena itu ketepatan sasaran dan ketepatan tata kelola menjadi penting," imbuhnya.
Selain membahas soal sasaran dan anggaran, peserta Munas-Konbes juga mengusulkan adanya afirmasi khusus bagi lingkungan pesantren. Usulan ini bertujuan agar pesantren bisa lebih terlibat dan memperoleh manfaat dari program MBG.
"Termasuk juga adanya afirmasi secara khusus MBG untuk pesantren," pungkasnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Dengan anggaran yang besar, program ini membutuhkan pengelolaan yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak yang membutuhkan, termasuk masyarakat di lingkungan pesantren.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
