NU Tetapkan Muktamar 1-5 Agustus 2026, Lokasi Masih Misteri
Gambar atau konten salah?
Tanggal pasti pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sudah ditetapkan. Acara besar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini akan berlangsung dari 1 hingga 5 Agustus 2026. Namun, lokasi pasti di mana ribuan kiai dan pengurus NU akan berkumpul masih menjadi teka-teki.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak terburu-buru memutuskan tuan rumah. Beberapa daerah sudah menyatakan diri siap menjadi tuan rumah. Nama-nama yang mencuat antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat. Bahkan DKI Jakarta juga disebut sebagai salah satu opsi.
Menurut Prof. M. Nuh, yang duduk sebagai Sekretaris Steering Committee Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026, PBNU akan membentuk tim khusus. Tugas tim ini berat: melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Mereka akan memeriksa calon-calon lokasi secara detail.
Ada empat aspek kunci yang menjadi filter utama. Pertama, soal infrastruktur. Apakah tempat yang ditawarkan punya sarana dan prasarana yang memadai untuk menampung puluhan ribu peserta? Kedua, keamanan. Ini bukan soal biasa. Muktamar harus dijaga ketat. Hanya peserta yang punya kewenangan yang boleh masuk. Ketiga, finansial. Biaya penyelenggaraan harus realistis. Keempat, spiritual. Aspek ini, kata M. Nuh, menjadi ciri khas NU.
"Kelayakan pertama adalah sarana dan prasarana. Kedua, keamanan. Ini menyangkut Muktamar sehingga harus dipastikan hanya peserta yang memiliki kewenangan yang bisa masuk. Ketiga adalah kelayakan finansial, dan yang keempat adalah kelayakan spiritual," jelas M. Nuh dalam konferensi pers usai Sidang Pleno III Munas-Konbes NU di Pondok Pesantren Ploso, Kediri, pada 21 Juni 2026.
Ia menambahkan, aspek spiritual bukan sekadar formalitas. Dalam tradisi NU, keputusan besar seringkali tidak hanya berdasarkan data dan angka. Ada proses istikharah, yaitu memohon petunjuk kepada Tuhan melalui salat. Tokoh-tokoh senior, para masyayikh, dimintai pertimbangan batin. Hasil dari proses spiritual itu kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan utama.
"Dalam NU, hasil akhirnya selalu ada pertimbangan spiritual. Tempat ini juga dipilih melalui proses yang sama. Ada tokoh yang kami mintai pertimbangan spiritual melalui istikharah, kemudian hasilnya menjadi bagian dari pertimbangan penetapan lokasi," ujar M. Nuh.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa soal waktu sudah tidak bisa diganggu gugat. Semua pihak, mulai dari Munas Alim Ulama hingga Konbes NU, sudah sepakat. Tanggalnya sudah bulat: 1 hingga 5 Agustus 2026. Tapi soal tempat, keputusan akhir ada di tangan PBNU. Mereka akan memproses lebih lanjut semua usulan dari daerah.
"Waktu Muktamar sudah disepakati pada 1 sampai 5 Agustus. Sedangkan tempatnya masih ada beberapa alternatif kewilayahan, seperti NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat. Nanti akan diproses lebih lanjut oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan segera kami sampaikan kesimpulannya," pungkas Yahya.
Dari lima calon yang disebut, Jawa Timur, Jawa Barat, dan NTB disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Namun, tanpa proses verifikasi tim khusus, belum ada yang bisa dipastikan. Keputusan akhir PBNU akan dinantikan oleh jutaan warga NU di seluruh Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
