Kebakaran Lahan di Semarang Melonjak Tiga Kali Lipat
Gambar atau konten salah?
Kota Semarang mengalami lonjakan kasus kebakaran lahan, terutama yang disebabkan oleh ilalang dan tumpukan sampah. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat mencatat peningkatan signifikan selama bulan Juni dan Juli tahun ini. Dari total 47 peristiwa kebakaran lahan yang terjadi sepanjang 2026, sebanyak 12 kasus terjadi pada bulan Juni. Angka itu melonjak drastis menjadi 26 kasus hanya dalam setengah bulan pertama Juli.
Salah satu pemicu utama yang disebutkan adalah cuaca yang lebih terik dari biasanya, akibat pengaruh fenomena El Nino. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, memberikan rincian data. Menurutnya, dalam rentang 1 Januari hingga 14 Juli 2026, kebakaran rumput dan sampah terjadi sebanyak 47 kali. Jumlah ini berasal dari total 176 insiden kebakaran di seluruh kota.
"Kalau untuk kebakaran rumput ilalang dan sampah sampai dengan hari ini ada 47 kejadian," ujar Tantri saat ditemui di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Ia membandingkan angka tersebut dengan jenis kebakaran lain. Kebakaran rumah tinggal tercatat sebanyak 21 kasus, sementara kebakaran bangunan campuran mencapai 19 kasus. Artinya, kebakaran lahan kosong dan sampah menjadi jenis insiden yang paling dominan.
Tantri mengidentifikasi tiga kecamatan dengan frekuensi kebakaran ilalang tertinggi. Wilayah-wilayah tersebut adalah Ngaliyan, Semarang Barat, dan Semarang Timur. Ia menduga sebagian besar kasus terjadi karena unsur kesengajaan.
"Yang paling tinggi ada di daerah Ngaliyan, kemudian Semarang Barat, sama di daerah Semarang Timur. Ini yang sering terjadi kebakaran ilalang," sebutnya.
Pihak Damkar saat ini masih menyelidiki penyebab pasti dari setiap titik api. Jika berhasil menangkap pelaku yang sengaja membakar ilalang, mereka tidak akan segan-segan memprosesnya secara hukum.
"Kami ini sedang mencari untuk penyebab dari kebakaran ilalang itu sendiri. Makanya kalau sampai ini ada salah satu, misalkan, kita bisa menangkap salah satu orang yang membakar ilalang kita tangkap, maka kita akan proses ke Satpol PP," lanjut Tantri.
Ketika ditanya apakah El Nino menjadi faktor kuat, Tantri membenarkan. Cuaca yang sangat panas membuat ilalang dan sampah kering lebih mudah terbakar. Ia mengatakan kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
"Iya, sangat berdampak sekali juga. Kondisi cuaca yang sangat panas sekali. Makanya kan sudah ada 47 kasus kebakaran ilalang di Kota Semarang," ungkapnya. "Ini masih bulan Juli. Informasinya sampai dengan bulan September El Nino, ya," imbuhnya.
Data dari Damkar Kota Semarang menunjukkan distribusi kasus yang tidak merata sepanjang tahun. Pada Januari hanya tercatat satu kasus. Februari bahkan nihil. Maret naik menjadi lima kasus, lalu turun lagi menjadi satu kasus pada April. Mei mencatat tiga kasus. Lonjakan baru terjadi pada Juni dengan 12 kasus, dan Juli melonjak ke 26 kasus.
Perbandingan dengan tahun sebelumnya juga menunjukkan peningkatan. Pada Juni 2025, kebakaran rumput dan sampah hanya terjadi empat kali. Juli 2025 mencatat 12 kasus. Total sepanjang 2025, ada 80 kasus kebakaran rumput dan sampah dari total 282 insiden kebakaran. Angka tahun ini sudah mendekati setengah dari total tahun lalu, padahal baru memasuki pertengahan tahun.
Untuk menekan angka kejadian, Damkar Kota Semarang mengambil langkah preventif. Mereka telah mengirimkan surat resmi ke seluruh kecamatan. Surat itu berisi imbauan agar diteruskan ke tingkat RW dan RT. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.
"Kami sudah mengirimkan surat-surat kepada camat untuk disampaikan kepada masyarakat seluruh Kota Semarang melalui Pak RT, Pak RW, dari masing-masing kelurahan. Disampaikan bahwa jangan membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan," terang Tantri.
Langkah ini diambil karena sebagian besar kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas manusia, bukan faktor alam murni. Meskipun El Nino memperparah kondisi, kesadaran warga untuk tidak memicu api tetap menjadi kunci utama pencegahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prakiraan Cuaca Jateng 15 Juli: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan
Embun Beku di Puncak Merbabu, Suhu Sentuh Minus 1 Derajat
Mahasiswa Tuntut Transparansi Kasus Jampidsus
Polisi Gerebek Tempat Oplosan Gas Elpiji di Blora
Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji di Blora
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jateng
Berita Terbaru
Kebakaran Lahan di Semarang Melonjak Tiga Kali Lipat
Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Lava Pijar 1 KM
Forum Kanker Indonesia-China Soroti Deteksi Dini
3 Resep Sambal Pelengkap Ayam Geprek
Allegri Resmi Gantikan Conte di Napoli
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel Kuasai Spektrum
Pramono Tinjau LRT Fase 1B, Target Beroperasi Agustus
IHSG Hijau di Awal Sesi, Tapi Tren Masih Tertekan
Pemerintah Tetapkan Harga BBM Nelayan Rp 15.000 Per Liter