Keluarga India Viral Usai Lempar Tisu di Restoran Vietnam
Gambar atau konten salah?
Sebuah keluarga wisatawan asal India menjadi pusat perhatian setelah dituduh membuat kerusuhan di sebuah restoran India di Ho Chi Minh City, Vietnam. Kejadian ini terjadi di Bombay Bites HCM, yang terletak di Distrik 1, kawasan yang ramai dikunjungi turis.
Menurut laporan yang dikutip dari Food NDTV pada 30 Juni 2024, masalah bermula saat anak-anak dari keluarga tersebut mulai melempar tisu ke area ruang makan, tak lama setelah mereka tiba di restoran. Staf restoran, menurut pemiliknya yang bernama Manmeet, sudah beberapa kali menegur dengan sopan. Mereka meminta orang tua untuk menghentikan ulah anak-anak mereka.
Tapi, bukannya meredakan situasi, orang tua itu justru memberikan lebih banyak tisu kepada anak-anak mereka. Alhasil, aksi lempar-lempar tisu pun berlanjut. Manmeet mengatakan, teguran dari staf justru memicu kemarahan keluarga tersebut. Situasi kemudian memanas dan berujung pada dugaan perusakan fasilitas restoran.
Istri Manmeet, Aishwarya Khanna Singh, mengklaim bahwa para karyawan mendapat perlakuan kasar secara verbal. Keluarga itu, kata Singh, juga berusaha menghindari tanggung jawab dengan menyebut diri mereka sebagai influencer. "Kami ingin menegaskan bahwa restoran bukanlah taman bermain. Karyawan kami bukan sasaran pelampiasan amarah ataupun sikap merasa paling berhak," tulis Singh dalam unggahan Instagram restoran.
Singh juga menegaskan bahwa menjadi influencer tidak membuat seseorang berada di atas aturan sopan santun. "Kesadaran sebagai warga yang baik berarti mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, menghormati fasilitas umum, dan memahami bahwa aturan dibuat agar semua orang bisa menikmati tempat ini dengan aman dan nyaman. Ketika nilai-nilai itu diabaikan, dampaknya dirasakan oleh pekerja, pelanggan lain, hingga kelangsungan usaha kami," lanjutnya.
Setelah insiden itu, pihak restoran melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setempat. Menurut Manmeet, polisi sudah meminta restoran untuk segera menghubungi mereka jika keluarga itu kembali dan membuat keributan lagi. Jika itu terjadi, kasus akan diproses secara hukum.
Manmeet menyayangkan perilaku keluarga tersebut. Ia menilai tindakan sebagian kecil wisatawan yang bersikap tidak tertib di luar negeri bisa memberikan citra buruk bagi wisatawan India secara keseluruhan. Ia bahkan menyinggung bahwa beberapa negara mulai bersikap lebih ketat terhadap wisatawan asal India. "Inilah cara mereka bersikap ketika berada di negara lain. Tidak mengherankan jika Thailand kini lebih ketat terhadap wisatawan India. Bukan tidak mungkin Vietnam juga akan mengambil langkah serupa dalam waktu dekat," ujar Manmeet.
Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga yang disebut berasal dari Delhi tersebut kini telah menghapus akun media sosial mereka. Meski demikian, peristiwa itu telanjur memicu perdebatan luas di media sosial. "Pentingnya sopan santun kalau lagi di tempat umum, apalagi di negara orang lain," tulis seorang netizen. "Kalau liburan ke negara orang itu harus tahu etika, dan mereka membawa nama buruk buat negara mereka sendiri," tulis netizen lainnya.
Insiden ini menyoroti bagaimana perilaku sekelompok kecil wisatawan bisa berdampak pada reputasi yang lebih luas. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap etika bepergian, kasus seperti ini bisa memicu diskusi tentang tanggung jawab pribadi, terutama saat berada di luar negeri. Keluarga tersebut, yang mengaku sebagai influencer, justru menunjukkan bahwa pengaruh di media sosial tidak otomatis sejalan dengan kesadaran akan norma sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
