Pemda Mulai Jajaki Obligasi Daerah, BEI Konfirmasi Minat

Ika P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pemda Mulai Jajaki Obligasi Daerah, BEI Konfirmasi Minat

Gambar atau konten salah?

Sejumlah pemerintah daerah di Indonesia mulai melirik pasar modal sebagai sumber pendanaan baru. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa beberapa pemda sudah melakukan penjajakan untuk menerbitkan obligasi daerah. Langkah ini diambil karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas.

Saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, mengatakan penjajakan sudah cukup banyak dilakukan. Namun ia menekankan bahwa hingga saat ini BEI masih mengkaji potensi penerbitan surat utang tersebut. "Penjajakan banyak, tapi ini political will," ujar Saidu di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Kamis, 09 Juli 2026.

Tak hanya pemda, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga mulai mendekati BEI. Menurut Saidu, langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan daerah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. Ada beberapa pemda yang mewajibkan BUMD mencari sumber pendanaan baru, atau yang disebut creative financing. Saidu tidak merinci apakah penjajakan itu berkaitan dengan rencana initial public offering (IPO) BUMD. "Penjajakan untuk creative financing, artinya mereka diminta untuk cari alternatif-alternatif yang kreatif lah untuk masalah pembiayaan," jelasnya.

Saidu mengkonfirmasi bahwa tiga BUMD DKI Jakarta telah melakukan penjajakan. Ketiganya adalah PT Bank Jakarta (Perseroda), PT Transportasi Jakarta (Perseroda), dan PAM Jaya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sudah menyatakan minatnya untuk menerbitkan obligasi daerah tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa obligasi daerah yang akan diterbitkan berpotensi menyerap dana segar sebesar Rp 3,5 triliun. Ia mengatakan langkah ini diambil untuk meredam tekanan fiskal di Jakarta. Sebab, pemerintah pusat telah memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) atau Transfer ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Jakarta sebesar Rp 15 triliun.

"Dengan dipotong Rp 15 triliun, tentunya ada tekanan daripada fiskalnya Jakarta. Bagaimana terhadap hal ini? Saya sekarang ini, tahun ini, pertama kali menerbitkan, dan mungkin baru pertama kali ada di republik ini yang namanya obligasi daerah," ungkap Pramono dalam sebuah diskusi di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta ini menjadi yang pertama di Indonesia. Rencana tersebut muncul di tengah pemangkasan transfer dana dari pusat yang cukup besar. Sementara itu, BEI masih terus mengkaji potensi dan kesiapan penerbitan obligasi dari berbagai daerah lainnya.

obligasi daerahpasar modalBursa Efek Indonesiapembiayaan kreatifBUMDAPBD terbataspemangkasan DBH

Komentar

Memuat komentar...