Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktor untuk Dosen 2026
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) tahun 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi para dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa beasiswa ini dirancang untuk membantu dosen agar bisa fokus menjalani perkuliahan dan penelitian. Targetnya, mereka bisa lulus tepat waktu tanpa khawatir terbentur dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi atau masalah tunjangan profesi.
"Sekarang juga sudah ada ketentuan bahwa dosen sambil berkuliah itu tetap bisa melaksanakan tridarma. Sehingga hal-hal yang sifatnya pendapatan dari serdos (sertifikasi dosen) dan dari lainnya itu tetap bisa diberikan meskipun dosen-dosen sambil berkuliah. Tentu diharapkan kuliahnya tidak mengganggu pengajaran, demikian juga pengajaran tidak mengganggu kuliah," ujar Brian saat sosialisasi di kanal YouTube Kemdiktisaintek, Jumat 19 Juni 2026.
Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, menyebut beasiswa PDDI sebagai instrumen strategis kementerian. Tujuannya untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di pendidikan tinggi Indonesia.
"Memberikan akses layanan pendidikan tinggi bagi dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen serta menambah jumlah dosen bergelar doktor sebagai fondasi penguatan mutu pendidikan tinggi nasional," kata Sandro.
Beasiswa PDDI menyasar dosen tetap di perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek. Ini mencakup baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Para dosen bisa melanjutkan studi program doktor (S3) di program studi dan perguruan tinggi penyelenggara yang sudah masuk dalam daftar PPAPT tahun 2026.
Ada tiga skema utama dalam beasiswa ini:
- Skema Reguler — Bantuan pendidikan bagi dosen tetap yang mengambil studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri yang sudah ditetapkan Kemdiktisaintek. Pembiayaan maksimal 8 semester. Skema ini terbuka untuk mahasiswa baru yang akan mulai studi pada semester gasal 2026/2027, maupun mahasiswa ongoing yang maksimal sedang di semester 3 saat semester gasal 2026/2027. Pendaftar harus memenuhi kriteria dan persyaratan, serta dinyatakan lulus di setiap tahapan seleksi.
- Skema Joint Degree atau Dual Degree — Bantuan pendidikan bagi dosen yang menempuh studi doktor melalui kerja sama antara perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Durasi program maksimal 4 tahun, dengan pembiayaan studi di luar negeri maksimal 2 tahun sesuai ketentuan dan perjanjian kerja sama antarinstansi.
- Skema Pendanaan Kemitraan — Skema baru yang rencananya akan dibuka bagi seluruh PTN dan PTS. Perguruan tinggi yang berkomitmen untuk memberikan pendanaan bersama-sama dengan Kemdiktisaintek bisa mengajukan proposal. "Jadi nantinya bagi perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang berminat, kami akan buka kesempatan untuk menyampaikan proposalnya. Untuk lebih lengkapnya kami akan memberikan sosialisasi secara terpisah terkait dengan skema co-funding atau kemitraan," jelas Sandro.
Komponen biaya yang ditanggung beasiswa ini meliputi:
Dana pendidikan:
- SPP (tuition fee)
- Dana pendaftaran bagi mahasiswa baru
- Dana bantuan penelitian/disertasi
- Dana insentif publikasi jurnal internasional
Biaya pendukung:
- Dana transportasi kedatangan-kepulangan
- Dana aplikasi visa bagi mahasiswa dual/joint degree
- Dana asuransi kesehatan bagi mahasiswa luar negeri
- Dana kedatangan (settlement)
- Dana hidup bulanan
- Dana force majeure
Biaya pendukung penyandang disabilitas:
- Dana aplikasi visa pendamping
- Dana transportasi pendamping
- Dana asuransi kesehatan pendamping
- Dana tunjangan pendamping
Tahun ini, seleksi beasiswa PDDI menerapkan tahapan baru: Tes Bakat Skolastik (TBS). Tes ini bertujuan mengukur potensi akademik kognitif dan kemampuan calon mahasiswa dalam memecahkan masalah. "Sedangkan untuk tahapan lainnya itu tetap sama, yaitu seleksi administrasi dan juga seleksi wawancara yang wajib diikuti oleh para pendaftar," kata Sandro.
Tahapan seleksi beasiswa dosen PPDI 2026:
- Seleksi administrasi
- Tes Bakat Skolastik (TBS) berbasis komputer
- Seleksi Substansi (wawancara penilaian aspek akademik, visi studi, komitmen, dan kontribusi pendaftar) — hanya bagi yang lolos TBS
Syarat umum beasiswa:
- Usia per 31 Desember 2026: belum 57 tahun bagi yang melaksanakan tugas jabatan fungsional (JF) dosen; belum memasuki 53 tahun bagi yang meninggalkan tugas JF dosen
- Akreditasi perguruan tinggi tujuan dan prodi harus Unggul atau terakreditasi, sesuai daftar PPAPT
- Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP atau dokumen terkait
- Berstatus dosen tetap di perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek
- Memiliki ijazah dan transkrip jenjang magister
- Surat keterangan sehat dan bebas narkoba
- Surat pernyataan pendaftar sesuai format
- Surat izin dari pimpinan/perguruan tinggi asal
- Diterima pada kelas reguler (bagi skema reguler)
- Bersedia tidak menerima beasiswa nongelar/bergelar lainnya
- Tidak sedang melaksanakan pendidikan pada jenjang yang sama
- Bukan CPNS
- Bagi penyandang disabilitas, sertakan surat persetujuan dan permohonan pendampingan pada PPAPT
Syarat khusus mahasiswa baru skema reguler:
- Diterima pada prodi dan perguruan tinggi sesuai daftar PPAPT
- IPK magister minimal 3,25
- Mendapat surat rekomendasi
- Menyertakan surat persetujuan tunda kuliah dari kampus tujuan bagi yang berstatus defer
Syarat khusus mahasiswa ongoing skema reguler:
- Maksimal sedang studi semester 3 pada saat semester gasal 2026/2027
- Memiliki surat keterangan mahasiswa aktif, KHS, atau KRS terakhir
- Surat rekomendasi
- Jika sedang izin belajar, beasiswa hanya diberikan dengan status tugas belajar tidak meninggalkan tugas JF dosen, disertai surat izin belajar dari pimpinan
Syarat khusus skema joint/double degree:
- Mahasiswa baru yang diterima pada prodi dan perguruan tinggi tujuan
- IPK magister minimal 3,25
- Mendapat surat rekomendasi
Cara pendaftaran:
- Registrasi akun di portal https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id
- Unggah dokumen dan lengkapi formulir pendaftaran
- Susun esai 1.500-2.000 kata tentang deskripsi diri, pengalaman, dan komitmen kontribusi
- Susun proposal penelitian 1.500-2.000 kata yang memuat judul, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, manfaat, dan daftar pustaka
Jadwal pendaftaran:
- Pendaftaran: 19 Juni - 9 Juli 2026
- Seleksi administrasi: sampai 14 Juli 2026
- Tes bakat skolastik: 29-30 Juli 2026
- Susulan TBS: 1 Agustus 2026 (bagi yang terkendala teknis)
- Seleksi substansi: 9-14 Agustus 2026
- Penetapan penerima: 21 Agustus 2026
Keputusan hasil seleksi bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Tidak ada mekanisme sanggah. "Keputusan PPAPT akan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada mekanisme sanggah atas setiap tahapan seleksinya," tegas Dias.
Tips sukses dari tim IT Kemdiktisaintek:
Dean Apriana Ramadan menekankan pentingnya memastikan data diri dosen di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sudah lengkap. Koordinasikan dengan biro SDM kampus masing-masing. "Yang perlu dipastikan itu adalah status aktif, kemudian ikatan kerja, jabatan fungsional, itu harus ada di PDDikti dan dia paling update," ujarnya.
Bagi pendaftar mahasiswa ongoing, pastikan kampus tempat studi mendata status kemahasiswaan di PDDikti setiap semester. "Walaupun pengusulannya secara individu, tapi tetap bahwa Bapak dan Ibu ditugaskan sebagai dosen untuk sekolah itu merupakan penugasan dari institusi masing-masing. Jadi, ada peran institusi asal masing-masing," kata Dean.
Untuk pendaftaran tahun ini, gunakan NIK sebagai username, bukan email. Jika belum punya akun, daftar menggunakan identitas masing-masing. Email tetap penting untuk menerima konfirmasi akun dan informasi lanjutan. Pastikan kotak masuk tidak penuh.
Laman pendaftaran direncanakan bisa diakses mulai minggu depan. Sambil melengkapi dokumen, pantau panduan resmi di https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/.
Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi. Dengan target menambah jumlah doktor di kalangan dosen, diharapkan mutu pengajaran dan penelitian di Indonesia bisa terus meningkat. Namun, proses seleksi yang ketat dan persyaratan administrasi yang rumit tetap menjadi tantangan bagi para calon pendaftar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIPKA‑Guru 2026: Guru Dapat Beasiswa S1/D4 dengan RPL
Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa BIB 2026 Tayang 16 Juni
Kemdiktisaintek Buka Pendaftaran Beasiswa Pra‑Doktoral 2026
KIP Kuliah Seleksi Mandiri PTN/PTS Dibuka 15 Juni 2026
Cek Status PIP Online: Siswa Lihat Pencairan Sekarang
BCA Finance Tutup Pendaftaran Beasiswa Peduli 21 Juni 2026
Berita Terbaru
Richards: Bicara Juara Piala Dunia 2026 Tak Berlebihan
Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktor untuk Dosen 2026
Vespa Amazing Ride 2026: Touring Jawa-Bali Kampanye Bayar Pajak Digital
Cerita Rolivia Cuci Darah di Usia 21 Viral, Ini Penyebabnya
Tyranno X Meluncur di PRJ, Bawa Fitur Mobil ke Motor Listrik
Maroko Cetak Rekor Operan, Kalahkan Skotlandia 1-0
Lalu lintas kapal tanker kembali pulih di Selat Hormuz
Poltekpel Surabaya Buka Pendaftaran Gelombang 3, Jalur Mandiri Tanpa Ikatan Dinas