Kemdiktisaintek Penataan Ulang Prodi Perguruan Tinggi

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Kemdiktisaintek Penataan Ulang Prodi Perguruan Tinggi

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan rencana penataan ulang program studi di perguruan tinggi. Rencana ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan tinggi guna meningkatkan kualitas, relevansi, dan kontribusi kampus terhadap pembangunan nasional.

Evaluasi program studi akan dilakukan berdasarkan beberapa kriteria utama: kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, kontribusi keilmuan, kebutuhan strategis nasional, dan pemerataan pembangunan daerah. Selain itu, program studi juga akan dinilai dari segi peminatan atau serapan kerja. Pendekatan utama penataan ini adalah transformasi program studi, yang mencakup penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan program lintas disiplin, skema major‑minor, peningkatan kolaborasi riset, serta penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan.

Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa penutupan program studi bukan pilihan utama. Ia menyatakan, “Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah‑langkah pembinaan atau transformasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27 April 2026).

Berikut adalah jumlah program studi saat ini berdasarkan bidang ilmu masing-masing, menurut data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti):

  • Pendidikan: 6.933 prodi
  • Teknik: 6.190 prodi
  • Kesehatan: 4.829 prodi
  • Sosial: 4.807 prodi
  • Ekonomi: 4.378 prodi
  • Pertanian: 2.240 prodi
  • Agama: 1.879 prodi
  • MIPA: 1.425 prodi
  • Humaniora: 770 prodi
  • Seni: 520 prodi

Data tersebut menunjukkan bahwa bidang pendidikan, teknik, dan kesehatan memiliki jumlah program studi terbanyak di Indonesia.

Statistik pendidikan tinggi 2024, yang diterbitkan oleh Kemdiktisaintek pada Oktober 2025, mengungkapkan bidang ilmu yang menghasilkan lulusan terbanyak pada tahun ajaran 2023/2024:

  • Pendidikan: 490.176 lulusan
  • Ekonomi: 284.321 lulusan
  • Sosial: 275.387 lulusan
  • Teknik: 252.420 lulusan
  • Kesehatan: 246.076 lulusan
  • Pertanian: 76.479 lulusan
  • MIPA: 70.258 lulusan
  • Agama: 51.958 lulusan
  • Humaniora: 30.328 lulusan
  • Seni: 16.840 lulusan

Kemdiktisaintek menyoroti bahwa bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, pendidikan, serta bidang nonterapan tetap memiliki posisi penting dalam arsitektur talenta nasional. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya dipandang sebagai penyedia tenaga kerja, melainkan juga sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat.

Melalui kerja sama antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, asosiasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat akademik, Kemdiktisaintek berupaya memperkuat relevansi dan mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan, membangun inovasi, dan menjawab tantangan bangsa.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap program studi di Indonesia dapat lebih terfokus pada kebutuhan nasional, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten serta berdaya saing tinggi.

transformasi pendidikan tinggipenataan program studikompetensi lulusankurikulum berbasis kompetensikolaborasi risetkapasitas dosenkebutuhan strategis nasional

Komentar

Memuat komentar...