Kemenag Luncurkan Skema Murur & Tanazul untuk Haji 2026

Guntur P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 129 dibaca
Bisik.id
Kemenag Luncurkan Skema Murur & Tanazul untuk Haji 2026

Gambar atau konten salah?

Setiap Muslim berkeinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Selain menyiapkan dana, jemaah juga harus mempersiapkan tubuh agar mampu menempuh perjalanan panjang dan berulang‑ulang yang melewati berbagai ritual. Khusus bagi jemaah lanjut usia, risiko kesehatan meningkat ketika harus berbaring di tenda Mina yang padat.

Menurut Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah berkomitmen melindungi jemaah lansia dan jemaah risiko tinggi. Untuk itu, kementerian menguatkan sistem pemeriksaan kesehatan dan mengoptimalkan dua skema baru, yaitu Murur dan Tanazul, yang akan diterapkan pada penyelenggaraan haji tahun 1447 H.

Skema Murur dapat dianggap sebagai “menginap di Muzdalifah” secara virtual. Setelah menunaikan wukuf di Arafah, jemaah tidak turun dari bus di Muzdalifah. Sebaliknya, bus langsung melanjutkan perjalanan menuju Mina. Jemaah akan diangkat dari Arafah setelah melaksanakan salat Maghrib. Dengan cara ini, perjalanan menuju Mina menjadi lebih cepat dan tidak memerlukan pemberhentian di Muzdalifah.

Di sisi lain, Tanazul menawarkan solusi lain untuk mengurangi kepadatan di tenda Mina. Konsep ini memungkinkan jemaah yang menginap di hotel dekat area Jamarat atau lokasi lontar jumrah untuk kembali ke hotel setelah melempar Jumrah Aqabah. Dengan demikian, jemaah tidak perlu menempati tenda di Mina namun tetap menjalankan kewajiban bermalam sesuai ketentuan. Setelah malam, jemaah kembali ke Mina, menginap hingga tengah malam, lalu melaksanakan lontar jumrah sebelum kembali ke hotel. Proses ini diulang selama hari‑hari tasyrik.

Penerapan skema ini bertujuan mengurangi kepadatan dan meminimalkan risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat kondisi tenda di Mina yang terlalu sesak. Meskipun demikian, jemaah tetap menunaikan kewajiban bermalam di Mina. Prosedur ini dirancang agar jemaah dapat bergerak antara hotel dan Mina tanpa menimbulkan kerumunan berlebih.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa skema Tanazul akan diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Skema ini bersifat opsional dan tidak diwajibkan bagi seluruh peserta haji. Pilihan ini memberi fleksibilitas bagi jemaah yang memerlukan kenyamanan tambahan.

Jadwal perjalanan haji 1447 H/2026 menjadi panduan utama bagi jemaah dalam mempersiapkan rangkaian ibadah. Jadwal ini mencakup keberangkatan, puncak haji di Arafah, dan kepulangan ke Tanah Air. Setiap tahapan telah ditetapkan secara rinci agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Berikut rangkaian jadwal utama, diurutkan berdasarkan tanggal Gregorian:

  • 21 April 2026: Jemaah haji masuk asrama haji.
  • 22 April 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
  • 1 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah.
  • 6 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
  • 7 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
  • 15 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah.
  • 21 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
  • 21 Mei 2026: Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS).
  • 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah.
  • 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah.
  • 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H.
  • 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I.
  • 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal).
  • 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani).
  • 1 Juni 2026: Awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air.
  • 1 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah haji gelombang I di Tanah Air.
  • 7 Juni 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 15 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air.
  • 16 Juni 2026: Tahun Baru Hijriah 1448 H.
  • 16 Juni 2026: Awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
  • 16 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air.
  • 21 Juni 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 30 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
  • 1 Juli 2026: Akhir kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air (irb/hil).

Setiap tanggal di atas mencerminkan fase penting dalam perjalanan haji. Misalnya, tanggal 26 Mei 2026 menandai wukuf di Arafah, sedangkan 27 Mei 2026 menandai Idul Adha. Selama masa tasyrik, jemaah melakukan lontar jumrah dan beristirahat di Mina atau hotel sesuai skema yang dipilih.

Dengan adanya skema Murur dan Tanazul, diharapkan jemaah, terutama yang berusia lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, dapat menempuh ibadah dengan lebih aman dan nyaman. Skema ini juga membantu mengurangi kepadatan di area Mina, sehingga risiko penyakit menular dan cedera fisik dapat diminimalkan.

Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menyesuaikan pelaksanaan ibadah haji dengan kebutuhan jemaah modern, sambil tetap menjaga nilai-nilai spiritual dan kebersamaan yang menjadi inti dari perjalanan suci tersebut.

HajiMururTanazulMinalansiakesehatanjadwal 1447 HJamarat

Komentar

Memuat komentar...