Kemenkes Spanyol Siapkan Evakuasi Kapal Hantavirus Terbaru
Gambar atau konten salah?
Kementerian Kesehatan Spanyol mengumumkan akan menerima kapal pesiar mewah MV Hondius di Kepulauan Canary setelah laporan kasus wabah hantavirus di atas kapal tersebut. Para penumpang dan awak kapal akan dievakuasi.
“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan Uni Eropa, telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal MV Hondius di Kepulauan Canary,” demikian pernyataan resmi kementerian pada 07 Mei 2026. WHO mengonfirmasi tujuh kasus infeksi di kapal, termasuk tiga kematian. Seorang pasien dirawat intensif di Afrika Selatan.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, termasuk demam berdarah dengan sindrom ginjal dan sindrom hantavirus paru. Kapal yang terdampak wabah saat ini masih berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa tengah melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan siapa saja yang perlu segera dievakuasi langsung dari kepulauan tersebut.
Sementara itu, penumpang dan awak lainnya akan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary, dengan perkiraan tiba dalam tiga hingga empat hari. Pelabuhan tujuan belum ditentukan. Setibanya di sana, mereka akan diperiksa, diberikan bantuan medis, kemudian dipulangkan ke negara masing-masing. Perawatan dan transportasi akan dilakukan dengan fasilitas serta kendaraan khusus untuk mencegah kontak dengan penduduk lokal dan menjaga keselamatan tenaga medis.
Pemerintah Spanyol juga menerima permintaan resmi dari Belanda untuk mengevakuasi seorang dokter dari MV Hondius yang dalam kondisi serius. Dia dijadwalkan diterbangkan ke Kepulauan Canary pada Rabu, karena Tanjung Verde tidak memiliki kapasitas untuk operasi medis semacam itu, sementara Canary merupakan lokasi terdekat dengan fasilitas yang memadai.
Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo menyatakan tidak setuju dengan keputusan pemerintah pusat mengirim kapal tersebut ke wilayahnya, dengan alasan kurangnya koordinasi dan informasi. “Saya sepenuhnya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini. Tidak ada informasi medis atau epidemiologis yang menunjukkan kapal ini harus berlayar tiga hari ke Canary, alih-alih dilakukan operasi di lokasi kapal berlabuh,” ujarnya kepada radio Spanyol Onda Cero. Clavijo menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak diberi informasi baik mengenai jumlah kasus di kapal, kondisi medis para pasien, maupun sumber dugaan wabah. Opsi lain yang sempat dibahas adalah mengevakuasi pasien ke Belanda dengan pesawat medis, sementara kapal berbendera Belanda itu melanjutkan perjalanan ke negara asalnya.
Situasi ini menyoroti tantangan koordinasi internasional dalam menangani wabah di laut. Evakuasi dan penanganan medis memerlukan kerja sama erat antara lembaga kesehatan, pemerintah negara tujuan, dan operator kapal. Keputusan akhir akan bergantung pada evaluasi risiko dan kapasitas fasilitas medis di Kepulauan Canary serta kemampuan logistik untuk menampung pasien dan awak yang terinfeksi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin