Kemenpar Tegaskan Gastronomi Terintegrasi Kunci Pariwisata

Lia N. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Kemenpar Tegaskan Gastronomi Terintegrasi Kunci Pariwisata

Gambar atau konten salah?

Industri gastronomi di Indonesia harus terus berkembang agar tidak kalah bersaing dengan negara lain di dunia. Pada 27 April 2026, Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya sektor ini.

"Pengembangan gastronomi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dipandang sebagai sebuah sistem yang terintegrasi," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham.

Sektor gastronomi masih dianggap sebagai kekuatan strategis dalam membangun identitas pariwisata Indonesia yang berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Martini menegaskan bahwa gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga mencerminkan pengalaman, identitas, serta cara sebuah destinasi dikenali melalui rasa dan cerita yang menyertainya.

Wisatawan sering kali tidak hanya dibentuk oleh apa yang dilihat, tetapi juga oleh apa yang dirasakan melalui makanan dan interaksi budaya yang melingkupinya.

Oleh karena itu, pengalaman kuliner memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas wisatawan, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan destinasi wisata.

"Ini mencakup kualitas sumber daya manusia, standar kebersihan dan sanitasi, pemahaman budaya, penciptaan nilai, strategi kolaborasi, hingga penguatan pemasaran," ujar dia.

Kementerian Pariwisata pun terus mendorong para pelaku industri untuk peningkatan kualitas sektor gastronomi sebagai salah satu identitas utama yang diharapkan mampu memperkuat daya saing destinasi pariwisata Indonesia di tingkat global.

Pendekatan berkelanjutan di industri gastronomi juga dibutuhkan, tidak hanya berfokus pada penggunaan bahan lokal, tetapi juga mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah, pengurangan food waste, serta penerapan praktik ramah lingkungan.

Dengan menempatkan gastronomi sebagai sistem terintegrasi, Indonesia dapat memperkuat daya tarik pariwisata dan menjaga keberlanjutan destinasi melalui kualitas, kebersihan, budaya, dan praktik ramah lingkungan.

gastronomipariwisata Indonesiakeberlanjutanidentitas budayakualitas sumber daya manusiapemasaranpengelolaan limbahfood waste

Komentar

Memuat komentar...