Kemnaker Siap Langkah Baru Hadapi PHK 9.000 Pekerja Hari Buruh
Gambar atau konten salah?
Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan, mengumumkan pada 15 April 2026 bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah baru untuk menghadapi ancaman PHK. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan diumumkan menjelang May Day atau hari buruh pada 1 May 2026.
“Tunggu, nanti akan ada pengumuman dari pemerintah. Kita akan bentuk sesuatu nanti, tunggu aja,” kata Yassierli di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan bahwa ada banyak kejutan yang akan dipaparkan sebelum perayaan May Day.
“Menjelang 1 Mei. Nanti banyak hal, menjelang 1 Mei nanti kita ada banyak surprise lah,” tutur Yassierli.
Ancaman PHK sebelumnya telah diingatkan oleh serikat pekerja. KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) mengungkapkan bahwa sekitar 10 perusahaan mulai mempersiapkan potensi pemutusan hubungan kerja dalam tiga bulan ke depan.
“Jadi berdasarkan laporan dari anggota KSPI di tiket pabrik ya, kita kan punya anggota di pabrik, bahwa mereka sudah mulai diajak ngomong lah, belum melakukan PHK baru diajak ngomong, kalau perang tetap berlanjut, maka tiga bulan ke depan ini pasti ada potensi PHK,” kata Said Iqbal.
Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah. Jumlah pekerja yang terlibat mencapai 9.000 orang.
“Ada 10 perusahaan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian kecil di Banten dan Jawa Tengah, tapi memang baru laporan. Nah itu melibatkan hampir, hampir kurang lebih yang 10 perusahaan ini saja ya, kan kita nggak tahu di luar ini. Itu hampir kurang lebih mendekati 9 ribuan orang,” sebut Said Iqbal.
Situasi ini muncul di tengah krisis global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, yang menambah ketidakpastian bagi sektor tenaga kerja di Indonesia.
Secara keseluruhan, pemerintah dan serikat pekerja menunggu perkembangan lebih lanjut, sambil menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang akan diumumkan sebelum perayaan hari buruh pada 1 May 2026. Kesiapan ini mencerminkan upaya menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz