Kenaikan BBM Tarik Anggaran Bus Sekolah Tulungagung

Andi B. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kenaikan BBM Tarik Anggaran Bus Sekolah Tulungagung

Gambar atau konten salah?

Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Tulungagung langsung memengaruhi operasional bus sekolah. Sekolah yang sebelumnya mengandalkan armada sembilan bus gratis untuk antar jemput pelajar kini harus menyesuaikan anggaran karena kenaikan biaya BBM.

Anggaran tahunan yang dulu berada di kisaran Rp 300 juta kini naik menjadi Rp 400 juta, menandai pergeseran signifikan dalam biaya operasional.

"Awalnya itu rata-rata per tahun membutuhkan biaya operasional sekitar Rp 300 juta, sekarang beda," kata Oki, Kamis (18/6/2026).

Penyebab utama kenaikan ini adalah harga solar dexlite yang mencapai Rp 23.000/liter. Semua armada sekolah menggunakan BBM nonsubsidi, sehingga dampaknya terasa langsung.

"Dengan kenaikan itu maka kebutuhan untuk subsidi bahan bakar bus sekolah naik menjadi Rp 400 juta/tahun," jelasnya.

Oki menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPKAD Tulungagung untuk memastikan alokasi anggaran tersedia dan tidak mengganggu layanan.

"Tambahan anggaran ini penting agar bus sekolah tetap bisa memberikan pelayanan kepada para pelajar untuk antar jemput ke sekolah," imbuhnya.

Meskipun gratis, layanan transportasi ini membantu masyarakat dan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.

Dishub Tulungagung berjanji akan terus mengupayakan prioritas alokasi anggaran bagi bus sekolah, mengingat pentingnya layanan langsung ke masyarakat.

Kenaikan harga BBM telah memaksa pemerintah daerah untuk menyesuaikan anggaran, menegaskan komitmen terhadap transportasi pendidikan dan keselamatan pelajar.

BBM nonsubsidiharga BBManggaran bus sekolahtransportasi pelajarTulungagungsubsidi bahan bakarBPKAD

Komentar

Memuat komentar...