Kenaikan BBM Tarik Anggaran Bus Sekolah Tulungagung
Gambar atau konten salah?
Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Tulungagung langsung memengaruhi operasional bus sekolah. Sekolah yang sebelumnya mengandalkan armada sembilan bus gratis untuk antar jemput pelajar kini harus menyesuaikan anggaran karena kenaikan biaya BBM.
Anggaran tahunan yang dulu berada di kisaran Rp 300 juta kini naik menjadi Rp 400 juta, menandai pergeseran signifikan dalam biaya operasional.
"Awalnya itu rata-rata per tahun membutuhkan biaya operasional sekitar Rp 300 juta, sekarang beda," kata Oki, Kamis (18/6/2026).
Penyebab utama kenaikan ini adalah harga solar dexlite yang mencapai Rp 23.000/liter. Semua armada sekolah menggunakan BBM nonsubsidi, sehingga dampaknya terasa langsung.
"Dengan kenaikan itu maka kebutuhan untuk subsidi bahan bakar bus sekolah naik menjadi Rp 400 juta/tahun," jelasnya.
Oki menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPKAD Tulungagung untuk memastikan alokasi anggaran tersedia dan tidak mengganggu layanan.
"Tambahan anggaran ini penting agar bus sekolah tetap bisa memberikan pelayanan kepada para pelajar untuk antar jemput ke sekolah," imbuhnya.
Meskipun gratis, layanan transportasi ini membantu masyarakat dan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
Dishub Tulungagung berjanji akan terus mengupayakan prioritas alokasi anggaran bagi bus sekolah, mengingat pentingnya layanan langsung ke masyarakat.
Kenaikan harga BBM telah memaksa pemerintah daerah untuk menyesuaikan anggaran, menegaskan komitmen terhadap transportasi pendidikan dan keselamatan pelajar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
