Simulasi Evakuasi Gempa di RSUD Dr Darsono, Pacitan

Bayu K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Simulasi Evakuasi Gempa di RSUD Dr Darsono, Pacitan

Gambar atau konten salah?

Pacitan terletak di tepi Samudra Hindia, zona aktif lempeng tektonik yang menumpuk energi gempa raksasa atau megathrust. Kondisi ini memberi potensi gempa bumi dangkal destruktif yang dapat memicu tsunami dalam waktu singkat. Oleh karena itu, upaya mitigasi bencana menjadi prioritas, dan rumah sakit tangguh menjadi salah satu faktor krusial dalam mengurangi risiko.

Prosedur khusus ini diberlakukan pada fasilitas kesehatan ketika status darurat ditetapkan. Tujuannya adalah menjamin keselamatan petugas medis serta pasien yang tidak berdaya. Inilah latar belakang digelarnya simulasi penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami berskala besar di RSUD dr Darsono, Pacitan.

Simulasi dimulai di Ruang Bugenvil. Awalnya suasana tampak tenang: hanya satpam berjaga di pintu dan petugas medis melintas untuk memeriksa pasien. Fasilitas perawatan di lantai dua terdiri dari deretan ruangan yang masing-masing memiliki setidaknya empat bed khusus untuk merawat pasien stroke.

Tiba-tiba, guncangan hebat mengguncang ruangan, disusul raungan sirene dari lantai dasar. Peringatan darurat terdengar melalui pengeras suara di plafon. Suara seorang pria jelas mengabarkan bahwa baru saja terjadi gempa bermagnitudo M 8,7 dengan pusat gempa di Samudra Indonesia dan berpotensi tsunami.

"Mohon tetap tenang. Jangan panik. Petugas akan segera membantu Bapak Ibu menuju tempat evakuasi," ucap si announcer.

Setelah pengumuman berakhir, dua satpam yang berjaga langsung membuka pintu lebar-lebar. Petugas medis bergerak sigap, mendorong bed berisi pasien keluar ruangan. Setelah memastikan lorong bebas hambatan, mereka mengevakuasi pasien ke lantai dasar melalui jalur tangga darurat. Lift tidak berfungsi karena aliran listrik padam total, sehingga penggunaan tangga memberikan gambaran riil saat bencana.

Setelah melewati jalur evakuasi, sejumlah pasien dibawa ke titik kumpul utama di halaman belakang gedung. Mereka tetap telentang di atas bed, didampingi petugas medis yang memastikan peralatan perawatan tetap terpasang dengan benar. Adegan ini menjadi penutup rangkaian simulasi.

“Kalau ditanya siap atau enggak, ya rumah sakit harus siap (menghadapi ancaman bencana). Makanya hari ini kita laksanakan simulasi sebagai upaya membangun kesiapsiagaan. Lebih dari itu juga agar dapat diketahui bagian apa saja yang harus diperbaiki dari SOP yang ada,” kata dr Netty Nurnaningtyas, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Darsono kepada wartawan usai simulasi, Kamis (18/6/2026) sore.

Dr Netty menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian akhir dari rangkaian pelatihan kapasitas tanggap darurat internal yang berlangsung selama dua hari terakhir. Pelatihan difokuskan pada peningkatan refleks dan kesiapan taktis manajemen rumah sakit dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami akibat ancaman nyata dari segmen megathrust.

"Outcome-nya adalah apa yang masih kurang, perbaikan-perbaikan ke depan untuk rumah sakit ini karena kita berproses, bertumbuh, dan berkembang menjadi lebih baik. Harapannya sebagai bentuk upaya kita untuk tanggap darurat," imbuhnya.

Dari hasil evaluasi pascasimulasi, proses evakuasi kelompok rentan di gedung bertingkat menjadi tantangan paling berat yang harus diantisipasi secara matang dalam SOP riil ke depan. “Yang paling sulit adalah karena pasien kita termasuk dalam kelompok rentan. Hampir semuanya. Apalagi yang kita pakai (simulasi) siang hari ini adalah ruangan perawatan 2 lantai. Lantai atas untuk pasien anak dan di bawahnya untuk perawatan pasien stroke di mana mereka tidak bisa melakukan evakuasi mandiri,” pungkas dokter peraih gelar Magister Manajemen Bencana dari UPN Veteran Yogyakarta tersebut.

Simulasi ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan rumah sakit di wilayah rawan gempa memerlukan latihan berulang. Evaluasi terus menerus membantu mengidentifikasi kelemahan, khususnya dalam evakuasi pasien rentan. Dengan perbaikan berkelanjutan, RSUD dr Darsono berharap dapat menanggulangi ancaman gempa dan tsunami secara lebih efektif di masa depan.

Gempa bumiTsunamiRSUD dr DarsonoSimulasi evakuasiKesiapsiagaan rumah sakitPasien rentanMegathrust

Komentar

Memuat komentar...