Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Rasakan Ibu Kota Baru

Wati N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Rasakan Ibu Kota Baru

Gambar atau konten salah?

IKN atau Ibu Kota Nusantara, yang terletak di Kalimantan Timur, menarik perhatian Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Karena penasaran akan keindahan dan fasilitas IKN, para kepala desa memutuskan untuk mengunjungi kota baru ini.

Di antara mereka, Basyaruddin Saleh dari Desa Banjarsari menjadi salah satu dari sebelas kepala desa yang ikut perjalanan. Menurutnya, rencana wisata ke IKN mulai muncul sejak Mei 2026. Setiap tahun, Paguyuban Kepala Desa biasanya menggunakan dana kas desa untuk perjalanan. Kali ini, IKN menjadi destinasi utama.

“Jadi, waktu itu awalnya spontan mau wisata ke mana, lalu kami satu pemikiran ingin ke IKN karena ingin membuktikan keindahan IKN,” terangnya kepada wartawan, Kamis (18 Juni 2026). Ia menjelaskan bahwa setelah mendapat izin cuti, rombongan berangkat pada Selasa (9 Juni 2026) dan menginap dua malam di IKN.

Selama dua hari, Basyaruddin dan rekan-rekannya mengunjungi berbagai tempat di kompleks IKN. Mereka memulai dari titik nol, kemudian menuju Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga halaman Istana Presiden. Panorama kota baru langsung membuat para kepala desa terpesona.

“Saya datang langsung melihat ke Istana Presiden. Semua tempat kami datangi, paling bagus menurut saya di titik nol,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa IKN dipilih sebagai tujuan wisata karena rasa penasaran dan sebagai kenang-kenangan selama menjabat. “Tujuannya ya memang ingin tahu karena penasaran dengan IKN. Kami kan sama-sama pejabat negaranya, masa kami endak tau istana negara yang baru. Itu saja, tidak ada motif lain,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa awalnya rencana mereka lebih mengarah ke Thailand. “Awalnya malah maunya ke Thailand. Cuman tiba-tiba spontan penasaran dengan IKN. Masa jadi kades mau selesai belum tahu ibu kota yang baru,” sambung Basyaruddin.

Berkenaan dengan biaya, Basyaruddin menegaskan tidak menggunakan anggaran negara. Semua pengeluaran ditanggung kas paguyuban. Kas tersebut dikumpulkan dari iuran rutin anggota setiap rapat hari Rabu senilai Rp 200.000 per orang. “Seluruhnya pakai uang kas paguyuban, sisanya ditambah uang pribadi. Seluruhnya kemarin kurang lebih habis Rp 100 juta,” terangnya. Ia menegaskan lagi, “Seluruhnya pakai uang kas paguyuban, sisanya ditambah uang pribadi.”

Perjalanan ini menunjukkan bahwa para kepala desa tidak hanya memanfaatkan kesempatan untuk berwisata, tetapi juga ingin memahami dan merasakan langsung suasana ibu kota baru. Keputusan mereka menegaskan rasa penasaran yang kuat terhadap pembangunan IKN, sekaligus menampilkan transparansi dalam penggunaan dana desa.

Ibu Kota NusantaraPaguyuban Kepala DesaIKN wisataKepala DesaKas desaPlaza SeremoniTransparansi dana

Komentar

Memuat komentar...