Keramik Indonesia Tertekan Pasokan Gas, Utilisasi Turun 70%
Gambar atau konten salah?
Industri keramik nasional menghadapi tekanan berat pada awal 2026, mulai dari gangguan pasokan gas, lonjakan biaya energi, hingga ancaman banjir impor dari China dan India. Semua faktor ini dinilai menggerus daya saing sektor tersebut secara signifikan.
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mencatat tingkat utilisasi produksi pada kuartal pertama 2026 hanya berada di kisaran 70-72 %. Angka ini meleset dari target utilisasi 80 %, bahkan sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 73 %.
Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto, mengatakan sejumlah industri keramik di Jawa Timur terpaksa menghentikan operasional produksi selama satu minggu pada Januari 2026 akibat krisis pasokan gas. “Gangguan suplai gas ini sangat berdampak langsung terhadap operasional pabrik dan produktivitas industri,” ujar Edy dalam keterangan tertulis, Selasa (24 Maret 2026).
Situasi semakin diperparah oleh penurunan alokasi gas industri tertentu (AGIT) serta kenaikan harga surcharge gas. Rata‑rata AGIT di Jawa Barat sepanjang 2025 hanya mencapai 67 %, turun dari sekitar 79 % pada 2024. Kondisi terburuk terjadi pada Februari 2026 dengan AGIT anjlok hingga 49 %. Situasi serupa juga terjadi di Jawa Timur, di mana AGIT pada Februari 2026 tercatat hanya 51 %. Penurunan ini berdampak langsung pada lonjakan harga gas yang mencapai US$ 10‑10,5 per MMBTU di Jawa Barat dan sekitar US$ 8 per MMBTU di Jawa Timur.
Akibatnya, porsi biaya energi dalam struktur biaya produksi industri keramik melonjak menjadi 33‑35 %. Padahal, saat kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) mulai diterapkan pada 2021, biaya energi sempat ditekan ke level 25‑27 %. Selain faktor tersebut, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memperburuk kondisi. Pasalnya, pembayaran gas menggunakan dolar AS sehingga meningkatkan beban biaya produksi.
Asaki mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis, salah satunya dengan menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) gas bumi serta mengurangi porsi ekspor gas demi menjaga ketahanan energi nasional. Gas bumi seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan industri dalam negeri yang memiliki multiplier effect besar, seperti penyerapan tenaga kerja dan mendorong investasi baru, tegasnya.
Di sisi lain, konflik geopolitik di Timur Tengah turut menambah kekhawatiran. Indonesia sebagai importir BBM berpotensi terdampak secara ekonomi. Lebih jauh, Asaki menyoroti potensi pengalihan ekspor keramik dari China dan India ke Indonesia akibat terganggunya pasar utama mereka di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini dinilai berbahaya mengingat industri keramik di kedua negara tersebut tengah mengalami oversupply dan overcapacity. Ditambah lagi, produk impor tersebut dinilai lebih kompetitif karena biaya produksi yang lebih rendah, sementara industri dalam negeri justru tengah dibebani kenaikan biaya energi.
Daya saing industri keramik nasional semakin tertekan, apalagi jika dibarengi dengan praktik perdagangan tidak sehat dari negara lain,
sebut Edy. Industri keramik di Indonesia kini berada di persimpangan: tekanan biaya, fluktuasi pasokan, dan peluang pasar baru. Pemerintah dan pelaku industri harus menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di tengah dinamika global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
India Gasifikasi Batu Bara, Kurangi Impor Energi, Mendukung
Pinjaman Rp17 Triliun ke Dunia untuk Jalan Daerah 2027
10 Ruas Tol Baru Sumatera-Jawa Siap Operasi Desember 2026
MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Tegaskan Komitmen
Indonesia Paksa B50 di Jalan pada 1 Juli 2026
Diskon 30% Tiket KAI Mulai 20 Juni, 755.305 Tempat Tersisa
Berita Terbaru
Ruben Onsu Rindu Jalan-Jalan Bareng Anak, Aturan Hak Asuh Masih Sulit Terwujud
Kemenag Denpasar Umumkan Jadwal Shalat 20 Juni 2026
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Timur 20 Juni 2026
Bendungan Cidadap Jebol, Petani Kebonpedes Tanpa Air Panen
Jadwal Sholat Jawa Timur 20 Juni 2026: 8 Waktu Fardu
Peraturan 7/2026 Batasi Alih Daya di Enam Bidang Pekerja Untuk
Koperasi Desa Lengkong Gencar Budidaya Cabai Merah Tanjung
Banjar Menari Dimulai di Badung, 62 Guru Seni Dipilih
Tulungagung Terbatas UHC, Capaian 84,5% Perlu Peningkatan
Chivu Diperpanjang Kontrak Inter Sampai 2028, Raih Scudetto
