Kereta Pangrango Terhenti 35 Menit karena Longsor di Cibadak
Gambar atau konten salah?
Sabtu (18 April 2024), jalur kereta api lintas Cibadak‑Parungkuda terhenti karena material longsor yang disebabkan hujan deras. Lalu lintas di KM 37+0/1 dan KM 37+8/9 tertutup, menutup rel sepanjang kurang lebih 2 hingga 6 meter.
Kerusakan ini menimbulkan keterlambatan bagi KA Pangrango rute Sukabumi‑Bogor. Nomor perjalanan 227 terhenti, lalu kembali normal setelah perbaikan. Keterlambatan mencapai 35 menit, namun tidak ada korban jiwa maupun luka.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengirimkan permohonan maaf atas gangguan operasional tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan kondisi pada saat kejadian.
“Pada saat kejadian, kondisi di lokasi tengah diguyur hujan deras. Namun berkat pengawasan berlapis yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas di lintas, potensi bahaya dapat segera terdeteksi dan langsung ditangani dengan cepat,” ujar Franoto saat dikonfirmasi.
Setelah menerima laporan awal, tim segera dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi material longsor dilakukan intensif meski hujan masih turun. “Respons cepat ini merupakan bagian dari sistem pengawasan berlapis yang kami terapkan, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan jalur tetap terjaga keamanannya,” lanjutnya.
Setelah pemeriksaan menyeluruh, jalur dinyatakan aman dan dapat dilalui kembali. Perjalanan kereta api di lintas tersebut kini telah kembali normal.
Meski mengalami keterlambatan, KA Pangrango nomor 227 tidak menimbulkan korban. KAI menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya di titik rawan longsor saat cuaca ekstrem. Upaya tersebut meliputi patroli rutin, pemeriksaan prasarana, dan penempatan petugas siaga di lokasi rawan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tutup Franoto.
Peristiwa ini menegaskan kesiapan KAI dalam menanggapi bencana alam. Dengan sistem pengawasan berlapis, gangguan dapat terdeteksi dan ditangani sebelum mempengaruhi perjalanan lebih lanjut. KAI tetap berfokus pada keselamatan penumpang dan integritas jalur kereta api.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
Berita Terbaru
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
