Kiran Pusaka Malam 1 Suro: Tiga Kebo Bule Kyai Slamet Tampil
Gambar atau konten salah?
Kiran Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Solo pada 16 Juni 2026 menampilkan tiga ekor kebo bule keturunan Kyai Slamet. Dua kebo bule yang semestinya ikut, Ponco dan Mugi, batal tampil karena sedang birahi. Jadi, hanya Paing, Nyai Wage, dan Suro yang akhirnya menempuh jalan.
Setelah prosesi jamasan di Alun-alun Kidul Solo, Heri Sulistyo menjelaskan kondisi kebo. Ia mengatakan, "Kemarin rencana ada lima. Tapi yang dua itu (sedang) birahi, jadi nggak bisa. Takutnya di jalan ndak mau jalan," saat ditemui di lokasi.
Heri menegaskan bahwa tiga kebo bule tersebut sudah dipastikan siap menjadi cucuk lampah kirab. Ia menyebut nama mereka: Paing, Nyai Wage, dan Suro. Sementara Ponco dan Mugi harus diistirahatkan.
Ia menambahkan, "Perwakilan keraton sengaja tidak memaksakan Ponco dan Mugi untuk turun ke jalan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk risiko mengamuk di tengah kerumunan warga." Heri menekankan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas.
Heri juga menjelaskan bahwa tidak ada aturan baku mengenai jumlah kebo yang harus ganjil atau genap. Ia berkata, "Nanti takutnya di jalan rewel gitu loh, takutnya ngenai pengunjung. Membahayakan pengunjung, jadi sudah ndak (diikutkan), tadi Paing, Nyai Wage, sama Suro," dan menegaskan bahwa ketiga kebo tersebut sudah melewati proses gladi bersih tiga kali.
Ia menegaskan bahwa walaupun hanya tiga kebo, prosesi tidak akan melanggar adat atau persyaratan ritual. Ia menyatakan, "Wah kalau (persyaratan jumlah) nggak. Yang penting ada kebo-kebo (keturunan) Kyai Slamet. Itu yang mau jalan, ya itu aja. Umpama yang mau jalan dua, ya dua itu," menegaskan fleksibilitas jumlah.
Heri menolak mencari kebo pengganti. Ia menegaskan, "Dia juga tidak mencari kebo pengganti karena memang kelima kebo tersebut yang sudah dipersiapkan dan dilatih sejak jauh-jauh hari." Ketiga kebo terpilih sudah melalui proses latihan di sekitar keraton.
Selama persiapan, ketiga kebo tersebut dibawa kembali ke kandang lama mereka di daerah Ngurawan. Setelah itu, mereka akan digiring menuju Keraton Solo pada siang hari.
Heri memberi rincian waktu, "Nanti dibawa ke kraton dulu sekitar jam 11.30 WIB. Dibawa ke kraton, nanti nunggu perintah dari kraton baru muter (kirab)," ia menjelaskan. Proses ini memastikan kebo berada di tempat yang aman sebelum prosesi dimulai.
Heri menegaskan bahwa kesehatan kebo sudah dicek dan mereka siap kirab. Ia mengatakan, "Kesehatannya kemarin sudah dicek, sudah sehat dan siap kirab. Yang tiga ini sifatnya cenderung tidak agresif karena sudah beberapa kali ikut kirab, jadi sudah biasa," menandai kesiapan mereka.
Secara keseluruhan, prosesi Kiran Pusaka Malam 1 Suro tetap berjalan meski jumlah kebo berkurang. Fokus tetap pada tradisi dan keselamatan pengunjung, sementara kebo bule keturunan Kyai Slamet tetap menjadi simbol penting dalam acara tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Infantino Target Dua Pertandingan Setiap Hari, Jet Pribadi
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Jadi Beban Besar Suporter
Persiapan Kirab Pusaka 1 Suro 2026: Kebo Bule Tidak Siap
Tanjung Verde Kalahkan Spanyol, Kepulauan Menjadi Sorotan
Bandara Husein Sastranegara Kembali Terbuka, Wisata Malaysia
Vozinha, Kiper Cape Verde, Raih MVP, Clean Sheet vs Spanyol
Berita Terbaru
Tes Huruf Tersembunyi: Tantangan Matamu Menguji Ketelitian
Kiran Pusaka Malam 1 Suro: Tiga Kebo Bule Kyai Slamet Tampil
Iran-Belanda Seri 2-2, Grp G Piala Dunia Semakin Ketat
Tunisia Paksa Selaikan Pelatih, Herve Renard Ganti Lamouchi
Telekomunasi Palu Pulih 5 BTS, 21 Site Masih Down Sementara
OKU Pakai Kultur Jaringan untuk Pisang, Durian, Duku
Pagu 27,33 T Rp ESDM 2027: 82% Alokasi ke Program Rakyat
48 Gempa Susulan Setelah Gempa 6,7 di Palu, Terbesar M5,2
Nasaruddin Umar Dapat Dukungan Besar Menjelang Muktamar NU