Telekomunasi Palu Pulih 5 BTS, 21 Site Masih Down Sementara
Gambar atau konten salah?
Selasa, 16 Juni 2026 – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memantau dan mengoordinasikan pemulihan layanan telekomunikasi setelah gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Menurut data Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Komdigi hingga pukul 15.00 WIB, 29 site BTS dari total 2.601 site—sekitar 1,04 %—terdampak gangguan layanan di tiga wilayah: Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso.
Dari 29 site tersebut, Komdigi menegaskan bahwa 8 site sudah berhasil dipulihkan, yakni 27,59 % dari total site yang terdampak. Sisa 21 site—atau 72,41 %—masih dalam kondisi down.
“Pemulihan tercepat terjadi di Kota Palu dengan 5 site yang telah kembali beroperasi, disusul Kabupaten Sigi sebanyak 3 site,” kata Komdigi dikutip dari pernyataan tertulisnya.
Di Kabupaten Poso, proses pemulihan masih berlangsung pada 13 site yang terdampak. Operator telekomunikasi melaporkan bahwa gangguan disebabkan terputusnya jalur transmisi dan pasokan listrik akibat dampak gempa.
Komdigi memastikan koordinasi terus dilakukan dengan operator telekomunikasi, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan layanan di seluruh wilayah terdampak.
Selain memastikan keberlangsungan layanan, Komdigi juga memantau kondisi personel dan fasilitas telekomunikasi di lapangan. Laporan sementara menunjukkan tidak ada korban di lingkungan fasilitas telekomunikasi yang terdampak gempa.
“Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus menyampaikan perkembangan terkini mengenai proses pemulihan jaringan sesuai hasil pemantauan dan laporan dari operator telekomunikasi,” kata Komdigi.
Kepala BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa gempa bumi di Kota Palu dan sekitarnya bukan karena Sesar Palu Koro yang memicu gempa M 7,5 pada 2018, melainkan berasal dari aktivitas Sesar Sausu.
“Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif Sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palu Koro seperti gempa di 2018,” kata Wijayanto saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BMKG, Selasa, 16 Juni 2026.
Wijayanto menjelaskan bahwa Kota Palu memiliki banyak sumber gempa atau sesar-sesar aktif. Selain Sausu dan Palu Koro, ada pula Sesar Ampana.
“Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya. Jadi misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa‑gempa kecil saja,” jelasnya.
Dia memastikan, BMKG hingga saat ini masih memonitor dan mengevaluasi gempa M 6,7 di Palu. Pihaknya juga masih memantau aktivitas gempa susulan (agt/agt).
Dengan data yang terus diperbarui dan koordinasi antar lembaga, pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Pemantauan berkelanjutan dari Komdigi dan BMKG menjadi kunci menjaga kestabilan layanan dan keamanan publik setelah gempa ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indosat Berikan Akses Gratis Adobe Express Selama 6 Bulan
Uruguay Kalahkan Arab Saudi, Dampak pada Fans Garuda
Elon Musk Jadi Orang Terkaya Dunia, Capai Triliun Dolar
Anjing Hantu Amazon Terungkap: 15 Hewan per 100 km²
Bendungan Motuo di Tibet: Ambisi Besar, Dampak Besar
Kapal Selam Temukan Kuburan Paus Besar 5.000 m di Samudra Hindia
Berita Terbaru
Telekomunasi Palu Pulih 5 BTS, 21 Site Masih Down Sementara
OKU Pakai Kultur Jaringan untuk Pisang, Durian, Duku
Pagu 27,33 T Rp ESDM 2027: 82% Alokasi ke Program Rakyat
48 Gempa Susulan Setelah Gempa 6,7 di Palu, Terbesar M5,2
Nasaruddin Umar Dapat Dukungan Besar Menjelang Muktamar NU
Amorim Jadi Pelatih Milan, Bawa Ugarte ke San Siro
Yordania Debut Piala Dunia 2026, Hadapi Prancis dan Austria
Yogyakarta Siapkan Sirkuit Permanen untuk Balap Nasional