Kisah Lahirnya Americano: Kopi dari Protes Boston Tea Party

Yuli S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kisah Lahirnya Americano: Kopi dari Protes Boston Tea Party

Gambar atau konten salah?

Banyak orang mengira Americano adalah kopi yang sudah lama ada di Amerika Serikat. Tapi kenyataannya, minuman ini justru lahir dari situasi yang tidak terduga di Italia.

Pada awal abad ke-18, saat Amerika masih menjadi koloni Inggris, teh adalah minuman yang sangat populer di sana. Masyarakat Amerika saat itu lebih akrab dengan teh daripada kopi. Namun, segalanya berubah ketika Raja George III dan parlemen Inggris memutuskan untuk menarik pajak dari setiap penjualan teh di wilayah koloni. Kebijakan ini memicu kemarahan besar.

Puncaknya terjadi pada 16 Desember 1773, saat peristiwa Boston Tea Party. Rakyat Amerika melakukan protes besar-besaran terhadap pajak teh tersebut. Mereka membuang teh ke pelabuhan Boston sebagai bentuk perlawanan. Dari situlah awal mula revolusi Amerika dimulai. Masyarakat ingin merdeka dan benar-benar lepas dari kekuasaan Inggris. Salah satu caranya adalah dengan meninggalkan budaya minum teh dan beralih ke kopi.

Sejak kemerdekaan Amerika, kopi mulai semakin digemari. Jenis kopi yang paling disukai orang Amerika saat itu adalah drip coffee atau kopi tetes. Rasanya lebih ringan dan tidak terlalu pekat dibandingkan espresso Italia.

Lalu bagaimana Americano lahir? Ceritanya bermula saat Perang Dunia II. Tentara Amerika ditempatkan di Italia. Mereka terbiasa minum drip coffee di rumah, yang rasanya lebih encer. Saat mencoba espresso buatan Italia, mereka merasa terlalu pahit dan kuat. Rasanya tidak cocok dengan lidah mereka. Para prajurit itu mencari cara untuk membuat espresso Italia terasa lebih seperti kopi yang biasa mereka minum di Amerika.

Solusinya sederhana. Mereka menambahkan air panas ke dalam espresso. Cara ini langsung membuat rasa kopi menjadi lebih ringan dan tidak terlalu pahit. Keseimbangan rasa yang dihasilkan persis seperti yang mereka cari. Dari situlah Americano lahir. Nama ini merujuk pada cara tentara Amerika menyesuaikan espresso Italia dengan selera mereka.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Americano dengan cepat menyebar. Minuman ini mulai populer di seluruh Eropa, lalu kembali ke Amerika, dan akhirnya ke seluruh dunia. Americano dikenal karena teksturnya yang halus. Rasa espresso di dalamnya tetap terasa, tapi tidak terlalu pahit. Minuman ini cocok di lidah dan perut kebanyakan orang.

Singkatnya, Americano bukanlah kopi tradisional Amerika. Ia lahir dari pertemuan dua budaya kopi yang berbeda, dan dari kebutuhan praktis para prajurit di medan perang.

AmericanokopiItaliasejarahPerang Dunia IItentaraespresso

Komentar

Memuat komentar...