Klarifikasi: Gunung Lawu Tidak Ada Indikasi Erupsi Besar
Gambar atau konten salah?
Gunung Lawu menjadi sorotan di media sosial setelah sebuah unggahan menyebutnya sebagai gunung nomor 7 yang akan erupsi besar. Unggahan itu menyatakan bahwa ada indikasi lava naik, chamber mulai penuh, dan tekanan tektonik berasal dari jalur Bojonegoro, yang disebut sebagai kota dengan tekanan lempeng tinggi.
Berikut bunyi lengkap narasi yang beredar: "Gunung no 7 yg akan erupsi besar adalah gn Lawu, saat ini ada indikasi lava naik , (chamber ada yg mulai penuh ) ada tekanan dari jalur Bojonegoro (maka bojonegoro salah satu kota yg tinggi tekanan lempeng, erupsi dipetkirakan sangat besar, ya waspada sekitar gn lawu"
Menanggapi klaim tersebut, Administratur (Adm) KPH Lawu DS, Adi Nugroho menegaskan bahwa Gunung Lawu memang tercatat sebagai gunung api aktif (Tipe B). Namun, gunung ini sudah tidur sangat lama dan tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan.
“Gunung lawu memang statusnya aktif tapi sudah ratusan tahun lalu meletus,” kata Adi saat dikonfirmasi pada Kamis, 18 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa pihak yang paling memahami pemantauan aktivitas vulkanik adalah lembaga kedinasan resmi terkait.
“Kalau soal postingan yang viral soal Gunung Lawu akan erupsi kita belum dapat info dari otoritas terkait,” tandas Adi.
Menurut data resmi, posisi Gunung Lawu terletak di perbatasan dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Secara administrasi, kaki hingga puncak gunung ini membentang di tiga kabupaten sekaligus: Kabupaten Magetan dan Ngawi di sisi Jawa Timur, serta Kabupaten Karanganyar di sisi Jawa Tengah.
Pihak kehutanan maupun pos pengamatan belum menerima laporan resmi adanya lonjakan aktivitas magma. Hal ini menunjukkan bahwa belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim erupsi mendadak.
Meski begitu, warga di sekitar lereng Gunung Lawu tetap diimbau untuk waspada, mengingat potensi risiko yang dapat terjadi jika terjadi aktivitas vulkanik tiba-tiba. Namun, berdasarkan penilaian resmi, kemungkinan erupsi dalam waktu dekat tidak terdeteksi.
Secara keseluruhan, klaim viral tentang erupsi Gunung Lawu belum didukung oleh data ilmiah atau laporan resmi. Pemerintah dan lembaga terkait masih memantau kondisi gunung ini, namun belum ada indikasi aktivitas magma yang signifikan. Warga di daerah sekitar tetap disarankan untuk mengikuti informasi dari otoritas setempat dan tidak panik berlebihan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
