Arshavin Dukung Debut Piala Dunia 2026 Uzbekistan Di Mexico
Gambar atau konten salah?
Andrey Arshavin, bek terkenal yang pernah menorehkan prestasi di Arsenal dan Timnas Rusia, hadir di Mexico City untuk menyaksikan debut Piala Dunia pertama Uzbekistan. Ia menempati tempat di tribun belakang gawang, menyalurkan dukungan kepada tim yang berjuang di matchday pertama Grup K Piala Dunia 2026.
Perlombaan dimulai pada Rabu, 18 Juni 2026 dini hari WIB. Uzbekistan menghadapi Kolombia dan akhirnya kalah dengan skor 1-3. Pertandingan tersebut menjadi catatan penting bagi tim yang baru pertama kali masuk ke ajang dunia.
Video kehadiran Arshavin di tribun menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman, ia terlihat berdiri di antara para suporter, sambil menyalurkan semangat kepada para pendukungnya. Suasana di tribun menjadi lebih hidup ketika para suporter menyanyikan chant khusus untuk pria berusia 45 tahun tersebut.
Arshavin sendiri mengungkapkan bahwa ia merasa bangga dapat menyaksikan perjuangan Uzbekistan. Ia juga pernah menilai bahwa tim ini merupakan kuda hitam di Grup K, yang juga mencakup Portugal dan Republik Demokratik Kongo.
“Tentu saja, hanya mencapai turnamen saja sudah merupakan kesuksesan bagi mereka. Tetapi sekarang bahkan tim ketiga di grup pun bisa lolos, jadi meskipun Uzbekistan berada di ‘grup maut’ bersama Portugal dan Kolombia, bagi saya, mereka adalah kuda hitam turnamen,”
Arshavin menegaskan pandangannya pada awal Juni, menyoroti sejarah panjang hubungan antara Uzbekistan dan Rusia yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet. Peristiwa ini menandai momen penting bagi kedua negara dalam dunia sepak bola.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
