IHSG Ditutup Hijau, Tren Enam Bulan Masih Minus 28%
Gambar atau konten salah?
Pada penutupan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau. Indeks berada di level 6.175, naik 67 poin atau setara dengan kenaikan 1,10%. Angka ini menunjukkan penguatan setelah sebelumnya dibuka di level 6.112.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.192 dan level terendah di 6.079. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 14,79 triliun. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 28,48 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.014.007 kali.
Dari total saham yang tercatat, sebanyak 349 saham berhasil menguat, sementara 261 saham mengalami pelemahan. Ada pula 187 saham yang posisinya stagnan atau tidak berubah.
Jika dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa IHSG cukup beragam. Secara mingguan, indeks mencatat kenaikan sebesar 4,24%. Namun, secara bulanan justru melemah tipis 0,03%. Dalam periode enam bulan terakhir, IHSG turun cukup dalam, yakni minus 28,27%. Sementara itu, secara year to date (sejak awal tahun hingga saat ini), indeks masih berada di zona negatif dengan penurunan 28,58%.
Meskipun penguatan harian dan mingguan terlihat positif, data jangka panjang menunjukkan bahwa IHSG masih dalam tren pelemahan yang cukup signifikan sejak awal tahun. Kenaikan di akhir pekan ini belum mampu mengimbangi tekanan yang terjadi dalam enam bulan terakhir.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
